nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keluyuran Tak Bawa KTP, 70 Orang Terjaring Operasi Yustisi

Djamhari, Jurnalis · Kamis 21 Juli 2016 15:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 07 21 338 1443419 keluyuran-tak-bawa-ktp-70-orang-terjaring-operasi-yustisi-G4mrfErnWU.jpg Ilustrasi

BEKASI - Bagi warga Kota Bekasi ataupun pendatang yang hendak keluar rumah, jangan lupa membawa identitas diri, atau kartu tanda penduduk (KTP). Khususnya bagi yang hendak berpergian menggunakan bus di Terminal Kota Bekasi.

Hal ini disebabkan dalam beberapa hari ke depan Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) sedang gencar melakukan operasi yustisi di sekitar jalan-jalan Terminal Kota Bekasi, Jalan Ir H Juanda, dan Jalan Cut Meutia, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Meski tak ada sanksi pidana berupa penahanan apabila terjaring razia tersebut, mereka yang kedapatan tidak membawa KTP akan mengikuti sidang di tempat dan akan dikenai denda sebesar Rp20 ribu sampai Rp50 ribu.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Proyeksi dan Pengembangan Kependudukan Disdukcapil Kota Bekasi, Jamus Rasidi, mengatakan pihaknya mengimbau kepada setiap penduduk Kota Bekasi maupun mereka yang berasal dari wilayah lain, identitas diri wajib dimiliki dan harus dibawa ke mana pun pergi.

"Identitas diri (KTP) itu sangat penting, dan wajib dibawa bagi mereka yang memang sudah cukup umur untuk memilikinya. Karena kita tak pernah tahu, apa yang akan terjadi dengan masyarakat selama meninggalkan rumah untuk beraktifitas," kata Jamus, Kamis (21/7/2016).

Oleh karena itu, guna memberikan pelajaran bagi masyarakat, pihaknya sengaja mengadakan kegiatan operasi yustisi di daerah Kota Bekasi yang difokuskan di sekitar Terminal Kota Bekasi.

"Harapan kami ada ada efek jera kepada masyarakat yang tidak mempunyai KTP atau tidak membawa KTP saat berpergian, agar memiliki dan membawanya," jelasnya.

Pelaksanaan Operasi Yustisi sendiri sudah digelar sejak kemarin hingga akhir bulan ini. Namun tidak setiap hari, melainkan ada jadwal yang telah dibuat oleh dinasnya.

"Data yang ada sampai saat ini, sudah ada total 70 orang terjaring operasi yang kami buat saat ini," ujarnya.

Dari sekian banyak orang yang terjaring razia, hampir semua alasannya lupa membawa KTP atau KTP yang sudah kedaluwarsa masa berlakunya. Namun, alasan itu tidak menyurutkan petugas mengambil tindakan tegas.

"Mereka usai operasi ini, langsung kita arahkan untuk buat e-KTP di Kantor Disdukcapil, kebanyakan mereka masih memegang KTP manual dan belum beralih ke e-KTP," ungkapnya.

Jamus menambahkan, kegiatan Operasi Yustisi ini pihaknya menggandeng sejumlah instansi di antaranya Kejaksaan Negeri (Kejari), Pengadilan Negeri, Kepolisian, aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Dinas Perhubungan.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini