Share

Pasca-Semburan Lumpur, Warga Bekasi Khawatir Rumahnya Roboh

Djamhari, Okezone · Rabu 10 Agustus 2016 20:41 WIB
https: img.okezone.com content 2016 08 10 338 1460424 pasca-semburan-lumpur-warga-bekasi-khawatir-rumahnya-roboh-d82ap1PYpw.jpg Semburan lumpur rusak rumah warga di Tarumajaya, Bekasi. (dok.MNC)

BEKASI - Sejumlah warga yang terkena dampak semburan lumpur memang sudah menerima uang ganti rugi dari PT Pertamina Gas (Pertagas) terkait kerusakan rumahnya akibat proyek pengeboran pipa gas di Jalan Marunda, Kampung Kebon Kelapa, Desa Segaramakmur, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, beberapa pekan lalu.

Namun, warga tetap resah lantaran melihat kerusakan rumahnya. Mereka takut kerusakan tersebut sewaktu-waktu dapat merobohkan rumahnya.

“Kita memang sudah diberikan ganti rugi untuk memperbaiki rumah, tapi tetap rasa takut dan khawatir kejadian saat ini akan membuat rumahnya roboh rumahnya karena efek kerusakan yang terjadi walaupun nanti sudah diperbaiki,” ungkap Deden, salah satu warga yang rumahnya mengakami kerusakan, Rabu (10/8/2016).

Menurutnya, posisi rumahnya yang berada di pinggir jalan Marunda sebelumnya sempat tergenang dan dari lantainya menyemburkan lumpur. Saat ini, pondasi rumahnya sangat rapuh dan itu dirasakan ketika setiap kali jalan di depan rumahnya dilewati oleh kendaraan besar seperti kontainer.

“Sekarang itu setiap harinya kalau ada kendaraan besar melintas di jalan getarannya begitu nterasa. Sehingga, saya sangat khawatir rumah saya yang juga sebagai tempat usaha obat tiba-tiba roboh,” ujarnya.

Deden menjelaskan, kala rumahnya mengalami kerusakan pertama kalinya akibat pengeboran pipa gas terjadi pada Senin 1 Agustus, dirinya sangat merasakan getaran yang sangat besar seperti gempa bumi hingga akhirnya merusak rumahnya.

“Saya sempat merasa heran getaran yang terjadi itu merusak lapisan keramik lantai rumah dan sampai mengeluarkan lumpur dari bawah. Padahal rumah sekaligus tokonya itu berlapiskan dua keramik,” terangnya.

“Kalau secara pribadi sebenarnya kerugian saya itu bisa mencapai Rp270juta. Tapi dari hasil perhitungan dengan PT Pertagas, saya cuma dapat ganti rugi sebesar Rp87,5 juta,” ungkapnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini