nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bareskrim Periksa Haji Lulung Terkait Pengadaan Educational Classroom

Bayu Septianto, Jurnalis · Selasa 23 Agustus 2016 12:57 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 08 23 338 1470844 bareskrim-periksa-haji-lulung-terkait-pengadaan-educational-classroom-PRLLtk5RDl.jpg Abraham Lunggana (Haji Lulung)

JAKARTA - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri memeriksa Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana (Haji Lulung), sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat digital education classroom di 20 sekolah SMA/SMKN oleh Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat dalam APBD Perubahan 2014.

Juru Bicara Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, Kombes Pol Adi Deriyan mengatakan, Haji Lulung diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Alex Usman, Mantan Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat.

"Iya betul, dia diperiksa terkait kasus education classroom," ujar Adi Deriyan, saat dihubungi, Selasa (23/8/2016).

Adi menambahkan, pemeriksaan terhadap politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu dilaksanakan sejak pukul 09.00 WIB. Tak hanya Lulung, Bareskrim saat juga melakukan pemeriksaan terhadap anggota DPRD DKI Jakarta, Ferial Sofyan.

Menurut Adi, penyidik akan mendalami peran Lulung, yang pada saat pengadaan menjabat sebagai koordinator Komisi E DPRD DKI Jakarta. "Dia kan dulu kordinator Komisi E DPRD DKI Jakarta," ungkap Adi.

Untuk diketahui, Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim tengah mengusut dugaan korupsi di lingkungan Pemerintahan Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Kali ini, penyidik mengusut dugaan korupsi pengadaan alat digital education classroom di 20 sekolah SMA/SMKN oleh Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat dalam APBD Perubahan 2014.

Pengusutan kasus ini merupakan pengembangan dari penyidikan kasus dugaan korupsi uninterruptible power supply (UPS) dalam APBD DKI Jakarta tahun 2014. Saat itu, penyidik menetapkan Alex Usman sebagai tersangka dalam kasus ini.

Alex diketahui telah bersalah dalam kasus dugaan korupsi pengadaan UPS dan divonis enam tahun penjara serta denda Rp500 juta subsider enam bulan penjara. Hakim menyatakan, Alex telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dalam kasus pengadaan UPS di APBD-P 2014.

(fds)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini