Share

Tak Betah di Mess, Dominggas Lapor Keluarga Mengaku Disekap Yayasan PRT

Hambali, Okezone · Rabu 12 Oktober 2016 03:28 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 12 338 1512263 tak-betah-di-mess-dominggas-lapor-keluarga-mengaku-disekap-yayasan-prt-Z4o6sRZKwf.jpg Sejumlah calon PRT di kamas Mess PT CKM. Foto Hambali/Okezone

TANGERANG SELATAN - Hanya karena sudah tak betah tinggal di mess perusahaan penyalur Pembantu Rumah Tangga (PRT) yang berada di Jalan Kucica XVI No.17, Sektor 9, Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, seorang calon PRT mengaku pada keluarga dan polisi jika dia telah disekap.

Kejadian berawal saat seorang calon PRT asal Nusa Tenggara Timur bernama Dominggas (34), merasa tak betah karena sejak 8 hari lalu tinggal di mess lantai dua PT Citra Kartini Mandiri (CKM) bersama 20 calon PRT lainnya.

Kemudian tanpa berkonsultasi dengan manajemen PT CKM tentang kegelisahannya itu, tiba-tiba Dominggas menghubungi keluarganya dan mengaku-ngaku tengah disekap.

Hal tersebut spontan membuat keluarganya melapor pada polisi setempat. Tak beberapa lama, tiga personel polisi dari Polsek Pondok Aren mendatangi PT CKM, dan mengecek kebenaran informasi tersebut.

"Saat polisi datang, kebetulan Dominggas baru selesai makan dan sedang berada di dapur. Lalu ketika ditanya petugas, Dominggas hanya mengatakan jika dia ingin pulang karena sudah tak betah, namun dia belum memiliki tiket pesawat," kata Direktur PT CKM Riyadianto saat ditemui di kantornya, Selasa kemarin.

Polisi yang tak menemukan adanya indikasi penyekapan itu, lalu beranjak pergi. Namun beberapa jam kemudian, belasan personel dari Jatanras Polda Metro Jaya mengepung PT CKM, dan memaksa masuk untuk menggeledah mess yang ada di lantai dua.

"Petugas menggedor-gedor pintu, setelah dibuka, belasan personil bersenjata laras panjang langsung meringsek masuk dan memeriksa seluruh ruangan, tanpa memberitahu identitas dan surat tugasnya," sambungnya.

Karena tak terbukti adanya dugaan penyekapan, selanjutnya polisi membawa Dominggas ke Polda Metro Jaya untuk diperiksa tentang laporannya itu.

Menanggapi hal tersebut, Riyadianto menyesalkan upaya dari kepolisian yang memeriksa yayasannya dengan disertai intimidasi, apalagi isu penyekapan itu belum jelas kebenarannya.

"Saya sempat diintimidasi oleh salah seorang petugas dengan mengokang senjata laras panjangnya," ujarnya.

Sementara Kapolsek Pondok Aren Kompol Indra Ranudikarta mengaku masih mendalami informasi penyekapan itu melalui koordinasi dengan tim dari Polda Metro Jaya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini