Kisah Sedih Nurlela, PRT yang Disiksa dan Tak Digaji 5 Tahun

Djamhari, Okezone · Jum'at 21 Oktober 2016 02:33 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 21 338 1520538 kisah-sedih-nurlela-prt-yang-disiksa-dan-tak-digaji-5-tahun-vAUa6HCqJF.jpg Foto: Ilustrasi

BEKASI - Nurlela (22) diduga jadi korban penganiayaan oleh majikannya, seorang PNS yang tinggal di Komplek Bumi Orange, Cimekar, Cileunyi, Bandung, Jawa Barat. Meski sudah kembali ke rumahnya, kondisi warga Kapling Kramat, Karang Baru, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi itu masih belum stabil.

Korban membutuhkan perawatan medis atas siksaan fisik dan psikis yang dideritanya akibat penganiayaan tersebut. Namun karena keterbatasan ekonomi, dirinya pun hanya bisa pasrah menanti uluran bantuan dari dermawan.

Nurlela bercerita tentang penyiksaan yang dialaminya pada 4 Oktober 2016 yang membuatnya kabur dari rumah majikannya. "Sebelumnya saya memang sudah merencanakan untuk pergi dari rumah itu, sejak lama. Tapi majikan mengancam saya agar tak melakukannya, karena dia bakal membuat saya lebih menderita " ungkap Nurlela, Kamis (20/10/2016).

Namun demikian, lantaran sudah tak tahan dengan perlakuan majikannya itu, tekad Nurlela pun makin bulat hingga akhirnya ia berhasil kabur. "Waktu itu saya lihat pintu rumah yang selalu tertutup rapat, dalam kondisi terbuka. Jadi saat itu juga, saya langsung kabur dan pulang kes ini naik bus," kata Lela.

Selama lebih dari lima tahun Nurlela dianiaya oleh majikannya. Tak hanya dengan tangan, penyiksaan juga dilakukan dengan cara melemparkan barang-barang ke badannya. "Kalau tangan sih enggak terlalu, tapi majikan saya juga pernah menyiram pakai air panas, sudah gitu kepala saya juga sampai digedig (dipukul) pakai kapak dan palu," akunya.

Parahnya lagi menurut Nurlela, dirinya tidak digaji selama lima tahun lebih. Majikannya pun sampai melakukan tindakan yang di luar batas wajar. "Pernah lagi lidah saya ini, dibakar besi panas oleh majikan perempuan. Sementara itu, majikan laki saya pun kadang disuruh menganiaya juga saat majikan perempuan tidak puas dengan apa yang telah diperbuat olehnya," ungkap Nurlela.

Adapun terkait kasus ini, orangtua Nurlela telah melapor ke Polsek Cileunyi. Sampai saat ini kasusnya masih dalam penanganan petugas guna penyelidikan lebih lanjut.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini