nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berkat Sang Ibu, Hary Tanoe Sadar Musuh Terbesar Adalah Diri Sendiri

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Rabu 02 November 2016 16:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 11 02 338 1531108 berkat-sang-ibu-hary-tanoe-sadar-musuh-terbesar-adalah-diri-sendiri-Mqzhbj2UIn.jpg Hary Tanoe di Lido Resort, Bogor (Foto: Putra/Okezone)

BOGOR - CEO MNC Group, Hary Tanoesoedibjo menceritakan kenalakan masa remajanya saat sekolah kepada puluhan karyawan Lido Resort di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (2/11/2016). Namun, Hary Tanoe pun bercerita bahwa berkat Sang Ibu, ia akhirnya sadar dan bangkit dari kemalasan yang mendera dirinya.

"Saya ini dulu itu sekolah sangat malas. Kalau main tidak ngantuk, tapi kalau disuruh belajar malah ngantuk," katanya, dihadapan karyawan di Lido Resort, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Tidak sampai disitu, Hary Tanoe pun mengaku pernah terlibat tawuran antar pelajar semasa sekolahnya hingga pada akhirnya sempat dimasukan ke dalam sel di Koramil.

"Saya dulu pernah ikut tawuran sekolah sekitar tahun 1983 sampai pernah masuk ke sel Koramil. Sempit sekali, tidak enaklah pokoknya, bau amis itu gara-gara tawuran," ungkapnya.

Seiring berjalannya waktu, dirinya mulai berfikir untuk masa depanya. Perlahan-lahan sifat kenalakannya tersebut mulai dihilangkannya.

"Ya karena nasihat ibu saya juga, saya mulai berfikir ke depannya mau jadi apa. Saya sadar, lawan paling berat yaitu melawan diri sendiri. Dari situlah saya sadar dan belajar berubah," jelasnya.

Menurutnya, melakukan melawan diri sendiri bukanlah sesuatu hal yang mudah. Diperlukan kesabaran dan niat untuk menjadikan hidup ini lebih baik.

"Wah itu tidak mudah, saya hajar habis diri saya. Sampai-sampai untuk belajar saja saya kasih balsem dekat mata biar melek, itu saking niat untuk berubah," paparnya.

Dari situlah, dirinya belajar perjuangan hidup paling berat yakni mengendalikan diri sendiri. Menurutnya, orang yang bisa mengendalikan diri sendiri adalah orang yang mampu berkembang.

"Dari situ saya mulai belajar dan pelan-pelan berubah sampai terbiasa. Sampai akhirnya saya melanjutkan kuliah dan bisa seperti sekarang ini," tandasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini