Reka Ulang Pertempuran Dahsyat Pondok Ungu Gemparkan Warga Bekasi

Randy Wirayudha, Okezone · Sabtu 12 November 2016 20:26 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 12 338 1539943 reka-ulang-pertempuran-dahsyat-pondok-ungu-gemparkan-warga-bekasi-jk7a3LwBzR.jpg Reka ulang pertempuran Pondok Ungu. Foto Randy Wirayuda/Okezone

BEKASI – Letusan mercon serupa tembakan senapan dan ledakan mortir saling bersahutan di sebuah sudut Bekasi Utara. Warga sekitar pun dibuat gempar dengan pemandangan bak peperangan zaman revolusi fisik (1945-1949).

Kerumunan warga pun bertanya-tanya sembari dengan serius "memelototi" puluhan pemuda yang tengah beraksi di tengah-tengah alun alun lapangan Pesantren Attaqwa, Ujung Malang, Bekasi Utara pada Sabtu (12/11/2016) siang.

Ternyata, aksi kolosal itu merupakan reka ulang Pertempuran Pondok Ungu atau yang dulu juga dikenal sebagai Pertempuran Sasak Kapuk. Aksi ini juga merupakan rangkaian puncak gelaran Peringatan Hari Pahlawan yang diprakarsai Ikatan Arbituren Attaqwa (IKAA), selain atraksi pencak silat dan pertunjukan seni angklung.

Reka ulang besar-besaran ini tidak hanya diramaikan para siswa Attaqwa dan Komunitas Front Bekasi. Tapi juga turut diramaikan para reenactor atau pereka ulang sejarah dari Jakarta, Bandung (Historia van Bandoeng), Yogyakarta (Djokjakarta 45), Bogor (Bogor Historical Community), hingga Temanggung dan Surabaya (Roode Brug Soerabaia).

Reka ulang ini ditampilkan secara kolosal dan serius dengan menampilkan seragam hingga properti dummy (senjata mainan) yang otentik dan menyesuaikan eranya. Teatrikal ini bahkan juga mengikutsertakan truk militer dan jip kuno.

Mereka menampilkan kisah perjuangan di simpang Pondok Ungu (kini Jalan Sultan Agung, Kota Bekasi) antara laskar pimpinan KH Noer Ali beserta Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Laut yang terlibat pertempuran frontal dahsyat pertama di Bekasi dengan tentara sekutu, pada 29 November 71 tahun silam.

Kisah tentang infantri dan kavaleri Inggris yang disergap di pertigaan Pondok Ungu dengan jumlah korban sekira 40 orang di pihak laskar dan TKR.

Diketahui, salah satu cucu KH Noer Ali yang juga bernama Nur Ali, turut memerankan sang kakek di hadapan sejumlah tamu kehormatan dari aparat dan pejabat pemda setempat, serta disaksikan langsung oleh salah satu veteran Laskar Hisbullah pimpinan KH Noer Ali.

Pantauan Okezone, sang veteran bernama Muhammad Ali itu bahkan sampai menangis melihat adegan akhir reka ulang. Sebagai tanda penghormatan, para peserta satu persatu melakukan sikap hormat dan menyalami sang veteran.

Tak lupa, salah satu pereka ulang asal Temanggung, Wawan Edi Setiawan, turut menyerahkan panji (bendera) Laskar Hisbullah.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini