Share

Takut Dijual, Lima PRT Kabur dari Penyalurnya di Bogor

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Kamis 08 Desember 2016 19:15 WIB
https: img.okezone.com content 2016 12 08 338 1562357 takut-dijual-lima-prt-kabur-dari-penyalurnya-di-bogor-aPTwAVdCdH.jpg

BOGOR - Lima perempuan calon pekerja rumah tangga (PRT) kabur dari sebuah rumah kontrakan penyalur kerja di Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat.

Kelima perempuan tersebut masing-masing berinisial AT (16), YC (16), ON (16), FT (22), dan IC (50). Mereka takut menjadi korban perdagangan manusia lantaran salah satu di antara mereka diperlakukan tidak senonoh.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Candra Sasongko mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara, mereka dibawa dua orang tetangganya berinisial IT (40), dan EN (35), yang menjanjikan pekerjaan pada Rabu 7 Desember.

"Setelah itu, mereka dipertemukan dengan penyalur kerja lain yaitu seorang laki-laki berinisial DD," kata Candra, Kamis (8/12/2016).

Candra melanjutkan, mereka pun kemudian dibawa ke sebuah rumah kontrakan DD yang berada di Gang Anen, Kelurahan Harjasari, Kota Bogor sekira pukul 17.00 WIB. Kemudian kelimanya dibawa ke Jakarta.

"Mereka sempat dibawa ke beberapa tempat di daerah Jakarta dengan alasan ke tempat kerja mereka. Tetapi hanya keliling Jakarta lalu kembali pulang lagi ke kontrakan Subuh," ujar dia.

Rasa takut mereka muncul setelah salah salah seorang dari mereka, yaitu FT, diperlakukan tidak senonoh oleh DD di dalam mobil. Ditambah, DD mengirim pesan singkat ke mereka untuk ditemani tidur.

Akhirnya mereka berlima memilih untuk kabur. Setelah berhasil kabur dari cengkeraman DD, kelimanya langsung melaporkan dugaan penjualan ini kepada pihak berwajib. "Mereka pun takut dan kabur dari rumah kontrakan DD dan melaporkannya ke pihak kepolisian," jelas Candra.

Saat ini, tambah Candra, kelima perempuan tersebut masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolresta Bogor Kota. Polisi belum dapat memastikan adanya tindak pidana dalam kasus ini.

"Penyalurnya sedang kami mintai keterangan lebih lanjut. Semuanya masih kami dalami," tandasnya.

(fas)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini