Jasamarga Klaim Arus Balik Libur Tahun Baru Terkendali, Volume Kendaraan Meningkat

Djamhari, Okezone · Selasa 03 Januari 2017 21:47 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 03 338 1582509 jasamarga-klaim-arus-balik-libur-tahun-baru-terkendali-volume-kendaraan-meningkat-4KMETBeAJV.jpg Ilustrasi (Dok.Okezone)

BEKASI – PT Jasamarga Tbk mengklaim lalu lintas arus balik pada libur Tahun Baru 2017 relatif terkendali.

Humas PT Jasamarga Tbk, Dwimawan Heru mengatakan, persiapan yang dilakukan pihaknya dalam mengantisipasi kepadatan pada arus balik liburan Tahun Baru dinilai berhasil.

"Kami memastikan arus balik tahun baru berjalan relatif terkendali dan bisa tertangani oleh petugas di lapangan dalam mengantisipasi kepadatan lalu lintas akibat lonjakan volume kendaraan. Sesuai prediksi pun, puncak arus baliknya telah terjadi pada Senin (2/1/2017)," kata Dwimawan, Selasa (3/1/2016).

Menurutnya, puncak arus balik libur tahun baru itu ditandai lonjakan kendaraan di Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek, yang mencapai jumlah 100.768 kendaraan.

"Angka ini mengalami kenaikan sebesar 32% dari lalu lintas pada hari normal yakni 76.496 kendaraan," jelasnya.

Dengan kondisi lalu lintas saat itu, diakui Dwimawan, pihaknya mengantisipasi antrean di GT Cikarang Utama yang relatif terkendali dengan upaya peningkatan kapasitas transaksi, antara lain pengoperasian 21 gardu secara optimal, terdiri dari 17 gardu reguler dan 4 gardu tol otomatis (GTO).

"Kami juga melakukan beberapa upaya lain, seperti Reversible 3 Gardu tambahan yang dioperasikan dan melakukan optimalisasi kapasitas GTO, yaitu dengan mekanisme transaksi nontunai pada GTO menjadi transaksi tunai atau tapping e-Toll yang dilakukan petugas pengumpul tol," terangnya.

Dengan demikian, Dwimawan mengklaim secara umum, kondisi lalu lintas Jalan Tol Jakarta Cikampek relatif terkendali dengan titik-titik kepadatan jelang Tempat Isitrahat dan Pelayanan (TI/TIP) arah Jakarta, seperti TIP Km 62, TIP Km 52, TIP Km 42.

"Kemarin pun kami tidak sampai memberlakukan rekayasa lalu lintas seperti contraflow ataupun buka tutup TI/TIP dikarenakan kondisi lalu lintas masih relatif terkendali," tandasnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini