Share

Pengeroyok Anggota TNI AU hingga Tewas Berhasil Diringkus

Agregasi Antara, · Jum'at 06 Januari 2017 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 06 338 1584913 pengeroyok-anggota-tni-au-hingga-tewas-berhasil-diringkus-jdAlBQrTRc.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

BEKASI - Anggota Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota, Jawa Barat, berhasil menangkap tiga tersangka pembunuh anggota TNI Angkatan Udara, Prada Riki Hidayat (26) yang terjadi di Kecamatan Pondokgede, Rabu malam lalu.

"Tersangka berinisial MN alias Jun, BO dan IO yang diduga terlibat mengeroyok korban hingga tewas," kata Kasareskrim Polrestro Bekasi Kota, AKBP Dedy Supriadi di Bekasi, Jumat (6/1/2017).

Menurut dia, pelaku secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan korban meninggal dunia di sebuah tempat biliar "Nine Ball" Ruko Blok I, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi pukul 23.10 WIB.

Kronologis kejadian berlangsung saat korban dan saksi melakukan permainan biliar bersama rekannya.

"Kemudian datang pelaku berinisial BO mengambil bola putih yang tengah dipakai oleh korban. Korban kemudian tidak terima dan menegur ulah pelaku hingga terjadi percekcokan," katanya.

Pelaku BO kemudian keluar ruangan dan memanggil sejumlah temannya hingga terjadi penganiayaan terhadap Riki. Dikatakan Dedy, kondisi BO pada saat itu sedang terpengaruh minuman keras sehingga nekat berbuat ulah tersebut.

"Korban meninggal karena menderita delapan luka tusukan hingga banyak keluarkan darah. Luka tusukan itu ada di bagian kepala dan ketiak korban," katanya.

Kepolisian saat ini masih memburu sejumlah tersangka lainnya yang terlibat dalam peristiwa penganiayaan tersebut, termasuk senjata tajam yang digunakan untuk menusuk korban.

"Kami belum bisa pastikan jenis senjata apa yang ditusukkan ke tubuh korban. Barang bukti yang kami sita di lokasi kejadian berupa stik biliar yang patah dan pipa paralon putih yang diduga digunakan pelaku untuk memukul korban," katanya.

Tersangka BO ditangkap polisi saat yang bersangkutan sedang dalam proses perawatan di RS Cipto Jakarta setelah di rujuk dokter dari RS Pondokgede. "Pelaku saat ini dijerat dengan Pasal 170 ayat 2 ancaman hukuman di atas 12 tahun penjara," pungkasnya.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini