Sylviana Klaim Dana untuk Kwarda Pramuka Merupakan Hibah

Badriyanto, Okezone · Jum'at 20 Januari 2017 16:28 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 20 338 1596744 sylviana-klaim-dana-untuk-kwarda-pramuka-merupakan-hibah-Thysjy7akZ.jpg (Foto: Badriyanto/Okezone)

JAKARTA - Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut satu, Sylviana Murni mengklaim dana senilai Rp6,8 miliar yang dimaksud penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Bareskrim Polri bukan dana bantuan sosial (Bansos) melainkan dana hibah.

Menurut Sylvi -sapaan akrab Sylviana Murni-, Kwarda Pramuka DKI Jakarta mengelola dana hibah berdasarkan surat keputusan gubernur DKI Jakarta yang saat itu masih dijabat oleh Presiden Joko Widodo.

"Sebentar saya harus menyampaikannya dengan bukti-bukti yang jelas supaya terang benderang dana bansos ini berdasarkan SK Gubernur Nomor 235 tahun 2014 pada tanggal 14 Februari 2014 dan ditandatangani pada oleh gubernur DKI pada masa itu Bapak Joko Widodo," kata Sylvi di Gedung Ombudsman RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (20/1/2017).

Cawagub yang berpasangan dengan Agus Harimurti Yodhoyono itu melanjutkan, melalui surat keputusan gubernur DKI Jakarta pula dijelaskan bahwa operasi Kwarda Gerakan Pramuka DKI Jakarta dibebankan kepada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

"Di sana disampaikan bahwa biaya operasional pengurus Kwarda gerakan Pramuka Provinsi DKI Jakarta dibebankan kepada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD dibebaskan melalui belanja hibah, jadi jelas disini bukan bansos tetapi hibah," tandas Sylvi.

Seperti diketahui, Sylvi sendiri sudah selesai diperiksa oleh penyidik Bareskrim di Gedung Ombudsman RI, gedung sementara Dittipikor Bareskrim Polri. Pemeriksaan calon wakil gubernur DKI Jakarta 2017-2022 itu berlangsung selama 7,5 jam yakni dari pukul 8.00 hingga 15.30 WIB.

(fas)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini