Share

Ketika Dukun Pesugihan Bertaubat

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Rabu 01 Februari 2017 21:19 WIB
https: img.okezone.com content 2017 02 01 338 1607026 katika-dukun-pesugihan-bertaubat-3FQlz9eAGV.jpg Ropi, Dukun Pesugihan Bertaubat (Foto: Putra/Okezone)

BOGOR - Aksi seorang dukun pesugihan bernama Ropi warga Kampung Lebak, RT 04 RW 06, Desa Cintamanik, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berakhir sudah. Warga sekitar bersama tokoh masyarakat dan ulama melakukan musyarawarah dan membuat perjanjian agar aktivitas perdukunan yang digeluti Haji Ropi untuk dihentikan.

Kepala Desa Cintamanik, M. Sanip mengatakan, kegiatan perdukunan yang dilakukan Haji Ropi tersebut dinilai telah meresahkan warga dan sudah menyalahi ajaran syariat Islam.

"Ada masyarakat yang karena ada korban perdukunan yang dilakukan Ropi, bahkan keluarga korban sempat melakukan tindakan kekerasan akibat praktik dukunnya," kata Sanip, Rabu (1/2/2017).

Untuk itu, warga berserta ulama dan Haji Ropi diundang ke balai desa setempat untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Hal ini dilakukan untuk mencegah fitnah yang memicu tindakan anarkis.

"Praktik perdukunan yang dilakukan oleh bapak Ropi dihentikan, karena perdukunan itu sudah menimbulkan keresahan terhadap masyarakat saya," harapnya.

Sementara itu, Ketua MUI Kecamatan Cigudeg, KH Zakaria mengatakan, bahwa kegiatan perdukunan apapun sudah menimbulkan kemusyrikan, karena itu sudah melanggar aturan secara syariat islam.

"Ini bentuk kemusryikan, perlu diluruskan ajaran praktek perdukunan ini, karena kalau dibiarkan akan membuat resah masyarakat dan menimbulkan tindakan anarkis yang dapat merugikan semua pihak," ungkap Zakaria.

Di tempat yang sama, Ropi mengaku melakukan praktek perdukunan atas dasar keinginan sendiri dan aktivitas perdukunan yang dilakukannya itu hanya sebatas kebodohannya.

"Saya tidak akan melakukan lagi praktik perdukunan yang dianggap sesat oleh masyarakat dan ulama yang ada di Desa Cintamanik," kata Ropi.

Ropi pun bersedia membuat perjanjian yang disaksikan oleh aparatur pemerintah desa dan Ketua MUI Kecamatan Cigudeg, untuk tidak lagi membuka praktek perdukunan. "Saya berjanji tidak akan melakukan lagi aktivitas perdukunan yang menyesatkan masyarakat," janjinya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini