Cara KPU DKI Jakarta "Ketuk" Pemilih di Apartemen

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Minggu 05 Maret 2017 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 05 338 1634813 cara-kpu-dki-jakarta-ketuk-pemilih-di-apartemen-jj9jQg6HeK.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - ‎Ketua KPU DKI Jakarta, Sumarno mengungkapkan, pihaknya akan lebih proaktif kepada para pemilih yang tinggal di apartemen-aparteman yang ada di Ibu Kota.

Pasalnya, menurut dia, KPU DKI telah mendapat pelajaran pada putaran pertama Pilkada DKI Jakarta itu men‎gharuskan penyelenggara pesta demokrasi lima tahunan itu harus ekstra keras kepada para pemilih yang tinggal di apartemen.

Para pemilih yang tinggal di lokasi seperti ini terkesan acuh tak acuh saat dilakukan pendataan. Alhasil, saat pemungutan suara terjadi kekurangan surat suara ‎lantaran mereka tidak terdaftar meskipun memiliki suara karena memiliki KTP DKI.

"Sekarang sifatnya masyarakat yang proaktif. Nanti di tempat-tempat yang strategis itu, bisa di apartemen, kita buka posko di situ, ada petugas di situ. Moga-moga mereka mengambil pelajaran, kemarin tidak bisa menggunakan hak pilih karena tidak terdaftar, moga-moga nanti mau mendaftar dan kemudian nanti kita data," kata Sumarno, Minggu (5/3/2017).

Sumarno menerangkan bahwa melebihkan surat suara 2,5% dari jumlah total pemilih dalam setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) merupakan aturan yang tertera di UU. Sebab itu, KPU DKI tidak akan memberikan lebih banyak surat suara yang telah ditentukan.

"‎Karena surat suara itu jumlah cetakannya harus ditentukan. Karena berbahaya kalau surat suara dicetak melampaui jumlah pemilih, nanti bisa disalahgunakan untuk kepentingan oleh pihak-pihak tertentu. Oleh karena itu, yang ditingkatkan bukan surat suaranya, tetapi adalah memaksimalkan akurasi data pemilihnya," imbuhnya.

Ia menambahkan, bahwa KPU DKI akan memaksimalkan dalam melakukan pendataan daftar pemilih sementara ‎pada putaran kedua pada Maret 2017. Sehingga, ia berharap tidak terjadi kembali kekurangan kertas suara di putaran kedua Pilgub DKI Jakarta.

"Bila pemilihnya akurat, data pemilihnya komprehensif, mutakhir, itu menjadi dasar bagi KPU untuk menentukan berapa surat suara yang akan dicetak. Jadi sudah pasti akan ada perubahan daftar pemilih tetap dan sudah pasti kalau DPT berubah, surat suara juga akan berubah," tandasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini