Tawuran Manggarai Terus Terulang, Masalahnya Cuma karena...

Agregasi Jawapos.com, Media · Selasa 07 Maret 2017 10:27 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 07 338 1636069 tawuran-manggarai-terus-terulang-masalahnya-cuma-karena-SwiYBhzEdT.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kawasan Manggarai, Jakarta Selatan terkenal sering terjadi aksi tawuran. Tak sedikit korban akibat tawuran di sana. Terbaru kemarin 5 Maret 2017 sebanyak dua orang tewas akibat aksi saling serang antara warga Manggarai, Jakarta Selatan dengan Pegangsaan, Jakarta Pusat.

Menurut Taufik Hidayat (51) yang merupakan Ketua RW 6 Kelurahan Pegangsaan, awal mula tawuran ini pada 2014 yang hanya dilakukan anak kecil. Tapi lambat laun, aksi saling serang ini dilakukan juga oleh orang dewasa. Dia menuturkan, segala kejadian sepele bisa berujung aksi tawuran. "Bisa saling ledek. Ngelap kaca anak-anak Manggarai sehingga anak sini (Pegangsaan) bilangin takut disalahin. Itu jadi salah satu pemicu juga," tutur dia, seperti mengutip Jawa Pos, Selasa (7/3/2017).

Ada juga, kata dia, dikarenakan salah paham dan juga pelemparan bom molotov yang ditutupi dengan kardus. Karena aksi saling serang yang tak kunjung usai, beberapa tahun lalu sempat dilakukan perdamaian. "Terakhir awal tahun 2015, 3 Januari. Pas 2017 awal 2016 akhir kejadian lagi. Hampir dua tahun enggak kejadian, 2016 akhir baru terjadi lagi," ujarnya.

Menurut dia, segala cara dilakukan agar tawuran itu tak lagi terjadi. "Kita adakan aksi damai lagi di Manggarai supaya bagaimana anak-anak pelaku tawuran itu kedua belah pihak tanggung jawab. Sampai sekarang kita baru mau mulai pupuk supaya ada koordinasi informasi di situ," ucap dia.

Pasalnya kata dia bila hal ini terus dibiarkan, korban akan terus berjatuhan. "Ada yang kecil ringan, ada juga yang parah. Kemarin beberapa korban parah juga. Sampai diminta di RSCM itu masuk peluru senapan anginnya," kata dia.

Dia juga berpesan agar kepolisian bila mendapati ada pihak ketiga atau yang sengaja memancing tawuran di sana agar bisa ditindak tegas. "Karena tiap bunyi petasan saja kejadian. Petasan bolehlah dioperasi juga tuh. Di mana-mana kan buat maulid, nikahan," ujarnya.

(ran)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini