Lakukan Pertemuan Tertutup, "Hubungan Gelap" Ketua KPU DKI dan Ahok?

Feri Agus Setyawan, Okezone · Jum'at 10 Maret 2017 12:34 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 10 338 1639169 lakukan-pertemuan-tertutup-hubungan-gelap-ketua-kpu-dki-dan-ahok-4eId2NhueT.jpg

JAKARTA - Ketua KPU DKI Jakarta, Sumarno mendapat sorotan lantaran melakukan pertemuan tertutup dengan calon gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Pertemuan tersebut digagas Tim Pemenangan Ahok-Djarot atau Tim Menteng.

Pakar hukum asal Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar mengkritik pertemuan tertutup antara penyelenggara dengan peserta pemilu. Menurut Fickar, pertemuan tersebut bisa menimbulkan persepsi sebagai 'hubungan gelap' antara Sumarno dengan Ahok.

"Karena pertemuan tertutup tersebut bersifat dan dapat dipersepsi sebagai 'hubungan gelap' antara KPU DKI dengan paslon (Ahok-Djarot)," kata Fickar saat berbincang dengan Okezone, Jumat (10/3/2017).

Menurut Fickar, bila mengetahui pertemuan tersebut digelar tertutup, seharusnya Sumarno Cs menolak dan meninggalkan acara yang disebut-sebut untuk ajang diskusi dan bersilaturahmi dengan KPU dan Bawaslu DKI.

"Ketua KPU DKI seharuanya menyatakan keberatan dan wajib meninggalkan pertuan. Jika itu tidak dilakukan maka pejabat tersebut telah melanggar etika," tuturnya.

Ternyata, tak hanya Sumarno yang hadir. Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti dan Komisioner KPU DKI Dahliah Umar juga ikut memenuhi undangan rapat internal yang digagas Tim Menteng.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago meminta KPU DKI untuk segera mengklarifikasi pertemuan tertutup dengan Tim Ahok-Djarot sebelum menjadi polemik yang berkepanjangan. Hal itu, kata Pangi, perlu dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.

"KPU DKI harus kembali memompa animo trust bulding, karena KPU DKI belakangan mulai mengalami dis-trust. Ini butuh kerja keras untuk membuktikan KPU DKI profesional," tegasnya.

Pangi khawatir bila masalah pertemuan tertutup antaran Tim Ahok-Djarot dengan Ketua KPU dan Bawaslu DKI tak selesai secepatnya, bola salju ini akan menggelinding ke level bawah. Tak hanya itu, dampaknya akan hilangnya kepercayaan masyarakat ke penyelenggara pemilu.

"Pada ujungnya dianggap penyelenggara pemilu gagal menyelenggarakan pesta demokrasi yang netral, berintegritas, jujur, berwibawa dan bermartabat," tandasnya.

(fas)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini