"Strategi 'Gembos Suara' ala Ahok-Djarot Cenderung Kampanye Hitam"

Achmad Fardiansyah , Okezone · Selasa 14 Maret 2017 20:13 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 14 338 1642773 strategi-gembos-suara-ala-ahok-djarot-cenderung-kampanye-hitam-TarDxqX5ou.jpg Anggota Timses Anies-Sandi, Syarief saat diskusi Redbons (Foto: Arif Bagus Pratama)

JAKARTA – Anggota Tim Pemenangan Anies-Sandi, Syarief mengatakan, strategi yang digunakan pasangan calon gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) untuk memenangkan putaran kedua Pilkada DKI adalah mengembosi suara lawannya. Makanya, yang dilakukan itu kampanye negatif yang cenderung hitam.

“Stretegi dari lawan itu adalah gembosi suara bukan mencari suara baru jadi strateginya itu bagaimana caranya suara Anies-Sandi digembosi. Jadi, memang yang dilakukan kampanye negatif yang cenderung ke kampanye hitam,” katanya saat diskusi RedBons bertajuk 'Peta Politik Putaran Dua Pilkada DKI di Redaksi Okezone, Gedung Inews, Jalan Srikaya, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/3/2017).

Syarief menyadari bahwa saingan Anies-Sandi akan melakukan berbagai cara untuk memenangkan Pilkada DKI. “Nah, itu sadari sudah dipediksi ketika beradu program mnasyarakat udah jenuh dengan program Ahok kan bunyinya hanya meneruskan. Padahal, masyarakat ingin hal yang baru, namun setelah melakukan beradu diprogram kini bergeser menyerang ke pribadi-pribadi,” ucapnya.

Di putaran kedua, sambung Syarief, Anies-Sandi pun dikaitkan dengan berbagai laporan yang mengharapkan pasangan nomor urut tiga itu terjerat hukum. Seperti kasus yang dilaporkan DIS ke Polsek Metro Tanah Abang. DIS meminta Sandiaga Uno menjadi saksi atas kasus pencemaran nama baik antara DIS dengan salah satu anggota komunitas Jakarta Berlari.

“Ini kasus yang sangat lucu menurut saya, ada seorang warga yang melaporkan ke polisi kasus pencemaran nama baik,” katanya.

Kemudian, belum genap satu hari laporan warga ke Polsek Metro Tanah Abang , giliran Anies menjadi sasaran seseorang bernama Mangatas Situmorang. Ia melaporkan Anies ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan penyimpangan penggunaan dana di pameran Frankfurt Book Fair 2015.

“Ini dipaksakan apa dimana dibuat sedemikian rupa untuk mempengaruhi strategi pengembos untuk kasus (Anies) Pak GM bilang meskinya saya yang ditanyai soal ini,” ucapnya.

Terbaru, kembali ada laporan ke polisi yang menyasar Sandi. Kali ini, mantan Ketua Umum HIPMI itu dituding melakukan menggelapkan uang bernilai miliaran rupiah atas penjualan sebidang tanah.

“Yang terbaru soal penyerobotan penggelapan tanah itu sudah lama juga, ini dipaksakan,” tutupnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini