nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tim Advokasi Anies-Sandi: Bawaslu Harus Tindak Tegas Saiful Mujani!

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 20 Maret 2017 14:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 03 20 338 1647280 tim-advokasi-anies-sandi-bawaslu-harus-tindak-tegas-saiful-mujani-7Uya9h6j9y.jpg Timses Anies-Sandi saat melapor ke Bawaslu (foto: Fadel/Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua Tim Advokasi Pemenangan calon gubernur-calon wakil gubernur Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahudin Uno, Yupen Hadi berharap Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta cepat memanggil Saiful Mujani terkait penyebaran kampanye hitam di media sosial twitter.

"Kita berharap bawaslu bertindak tegas jntuk memanggil Saiful Mujani, apa maksud beliau meng-upload surat tersebut," ujarnya di Gedung Bawaslu DKI Jakarta, Sunter, Jakarta Utara, Senin (20/3/2017).

Kemudian, sambungnya, pihaknya menganggap ini adalah sebuah pelanggaran kampanye. Oleh sebab itu, pihaknya meminta untuk lembaga pengawas pemilu itu tegas dalam mengawal kasus tersebut.

"Kita memandang perlu tetap mengambil langkah hukum, karena ini adalah pelanggaran, maka dalam laporan ini kita meminta kepada Bawaslu untuk memanggil Saiful Mujani untuk bercerita dari mana sebenarnya dia dapat dan motifnya apa," paparnya.

Ia menambahkan, pihaknya telah mendapatkan kerugian dari viralnya foto yang diunggah Saiful Mujani. Karena banyak yang beranggapan kalau Anies-Sandi anti dengan Pancasila.

"Kita mendapatkan dampak yang negatif. Ada kesan kemungkinan bahwa kita lari dari ideologi Pancasila, dan ini tidak benar," bebernya.

Lebih lanjut ia mengatakan, kalau ini tidak boleh lagi menjadi konsumsi publik. Sehingga, pihaknya cepat melakukan klarifikasi ihwal informasi bohong tersebut.

"Tim Anies-Sandi sudah melakukan klarifikasi. Dan ini sudah tidak boleh menjadi konsumsi publik," pungkasnya.

Sekadar diketahui, pada Sabtu 18 Maret 2017 pukul 16.42 WIB akun @saiful_mujani meng-upload bukti surat kontrak Anies-Sandi dengan para mufassir dan ulama, kemudian menjadi viral di sosial media dan sudah di bagikan oleh 155 orang dan disukai oleh 59 orang pengguna twitter.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini