nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tim Anies-Sandi Pertanyakan Status Kehadiran Arteria Dahlan di Sidang Sengketa Pilgub DKI

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 20 Maret 2017 18:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 03 20 338 1647566 tim-anies-sandi-pertanyakan-status-kehadiran-arteria-dahlan-di-sidang-sengketa-pilgub-dki-rS3T4uK77C.jpg Sidang sengketa Pilgub DKI di Bawaslu DKI (foto: Reza/Okezone)
 

JAKARTA - Musyawarah penyelesaian sengketa Pilkada yang diajukan tim paslon Ahok-Djarot kepada KPU DKI, terkait SK Nomor 49/Kpts/KPU-Prov-010/Tahun 2017 yang berisikan kewajiban cuti petahana, mendapat keberatan dari tim hukum paslon Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Dalam sidang ini, paslon Ahok-Djarot berposisi sebagai pemohon, KPU DKI sebagai termohon dan paslon Anies-Sandi sebagai pihak terkait. Adapun Bawaslu DKI bertindak sebagai lembaga yang berwenang menyidangkan sengketa tersebut.

Agenda sidang kali ini yakni mendengarkan keterangan ahli dari masing-masing pihak. Tim kuasa hukum Anies-Sandi, Yupen Hadi, mempertanyakan kehadiran Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDIP, Arteria Dahlan, yang diajukan sebagai ahli oleh tim Ahok-Djarot.

"Apakah kehadiran Pak Arteria sebagai apa, pribadi atau institusi lembaga," kata Yupen di ruang sidang Bawaslu DKI, Sunter, Jakarta Utara, Senin (20/3/2017).

Pertanyaan ini pun dijawab oleh Arteria Dahlan. Arteria menegaskan jika ia hadir sebagai anggota dewan yang berada di Komisi II DPR-RI. Politikus PDI Perjuangan itu datang atas izin dari pimpinan komisi di sana.

"Saya datang izin dari pimpinan komisi II DPR-RI," tegas Arteria.

Arteria juga menegaskan, meski ia merupakan anggota parpol yang mendukung Ahok-Djarot, dirinya dikenal di DPR-RI sebagai anggota 'PDI Perseorangan'. Ia mengaku tidak berpihak pada paslon mana pun di forum sidang ini.

"Saya ini waktu itu melawan Pak Ahok di MK waktu itu lho, jadi saya ini memperjuangkan meski saya orang partai tapi kalau ada kepentingan yang lebih besar maka kami ada diatas partai," tukas dia.

Arteria kemudian mengakhiri ucapannya dengan kritik dari sidang musyawarah penyelesaian sengketa. Ia menilai seharusnya Bawaslu tidak menghadirkan seluruh saksi dalam satu ruangan.

"Saksi lainnya ini tidak dihadirkan secara bersama supaya tidak mendengar keterangan yang tengah bersaksi," kata Arteria.

Mendengar kritik itu, pimpinan musyawarah, Ketua Bawaslu DKI Mimah Susanti mengaku tidak akan memberikan tanggapannya. Menurutnya, sudah sejak awal ia menilai sidang musyawarah ini secara terbuka.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini