Insiden di Blok M Square, Pengunjung Mal Harus Disiplin Gunakan Lift

Dara Purnama, Okezone · Senin 20 Maret 2017 20:36 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 20 338 1647733 insiden-di-blok-m-square-pengunjung-mal-harus-disiplin-gunakan-lift-8AWZ2IePKo.jpg Lift di Blok M Square Jatuh (dok. Okezone)

JAKARTA - Para pengunjung mal agar lebih disiplin saat menggunakan lift. Hal tersebut diperlukan agar tidak terjadi persoalan yang membahayakan keselamatan.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan menyatakan, pengunjung sebaiknya tidak memaksakan diri jika lift mal sudah penuh. Terkadang lift sudah bunyi muatan terlalu berat, namun masih ada yang masuk lagi. Jadi perlu juga ada kesadaran dari pengguna,” kata Stefanus saat dihubungi, Senin (20/3/2017).

Pernyataan Stefanus itu berkaitan dengan insiden hatuhnya lift di pusat perbelanjaan Blok M Square, Jakarta, Jumat 17 Maret 2017 siang. Musibah ini terjadi akibat lift kelebihan beban.

Dirinya pun mengaku prihatin atas musibah yang membuat belasan orang terluka tersebut. Dan pekan ini, APPBI pun berencana melakukan koordinasi dengan anggotanya. Dirinya pun meyakini bahwa lift di mal-mal anggota APPBI sudah sesuai standar dan mendapatkan pengecekan rutin.

Biasanya pengecekan tersebut dilakukan secara berkala oleh tenaga outsourcing yang sebelumnya melaksanakan pemasangan. Bahkan, di beberapa mal pengecekan dilakukan tenaga dari luar negeri. “Jadi benar-benar terpelihara,” ungkap Stefanus.

Khusus musibah di Blok M Square, Husein Murad, selaku Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta, menjelaskan lift sudah penuh sejak dari lantai tujuh dan akan turun. Menurutnya, setelah Salat Jumat, masyarakat membludak masuk ke dalam lift, sehingga lift tersebut melorot. “Jadi liftnya melorot, bukan jatuh bukan putus,” kata Husein.

Kondisi ini terjadi lantaran lift kelebihan beban dari kapasitas maksimalnya. Ia menyatakan pengelola juga sudah melakukan perawatan rutin lift tersebut. Berdasarkan pernyataan sejumlah saksi mata, lift memang sudah penuh sejak lantai tujuh yang merupakan lokasi Masjid Nurul Iman. Setiap Jumat siang, masjid tersebut dipergunakan umat Islam untuk melaksanakan ibadah Salat Jumat.

Masjid Nurul Iman merupakan salah satu masjid terbesar dalam mal di Indonesia. Masjid ini memiliki luas sekitar 5.000 meter persegi. Masjid ini juga menjadi tempat rutin untuk pelatihan manasik bagi para calon jemaah haji. Di pelataran masjid terdapat miniatur Kakbah.

Sebelumnya Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengungkapkan hal senada. Menurutnya, rem penahan tidak kuat menahan beban, sehingga lift turun secara perlahan sebelum menutup. Kapasitas lift seharusnya 15 orang, namun diisi 30 orang.

Artinya, jumlah muatan lebih dari dua kali kapasitas maksimalnya. Alarm tanda kelebihan kapasitas juga telah berbunyi, namun para pengunjung tetap masuk. “Ini murni musibah,” ungkap Sumarsono.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini