nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dianggap Lalai, Oknum Dokter di Bekasi Dilaporkan ke Polda Metro

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 29 Maret 2017 01:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 03 29 338 1653242 dianggap-lalai-oknum-dokter-8206-di-bekasi-dilaporkan-ke-polda-metro-FUmqE7bShT.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Ira Rahmawati (30), menyambangi Mapolda Metro Jaya guna melaporkan seorang oknum dokter spesialis anak berinisial AO yang merupakan dokter di Rumah Sakit MM, Bekasi, Jawa Barat, ‎Selasa (28/3/2017)

Oknum dokter AO dilaporkan ke polisi lantaran diduga lalai hingga mengakibatkan Dania Maudy Cendana Purba, balita yang masih berusia tiga bulan meninggal. Dania merupakan anak kedua dari Ira yang terlahir kembar.

Laporan Ira dan suaminya itu teregister LP/1533/III/2017/PMJ/Dit.Reskrimsus. Peristiwa naas itu sendiri terjadi pada 6 November 2015 lalu.

Dalam keterangannya, Ira dan suaminya baru melapor peristiwa yang menimpa keluarganya lantaran merasa baru siap setelah menenangkan diri sebelumnya. Ira pun mengaku telah bertemu dengan pihak manajemen rumah sakit sebanyak dua kali untuk melakukan mediasi. Tapi, mediasi tersebut belum menemui hasil.

Pengacara Ira, Afrizal mengatakan, bahwa oknum dokter AO diduga melakukan tindak pidana dengan melanggar Pasal 359 KUHP jo 84 ayat 2 UU Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan.

"Yang kami laporkan yakni ada indikasi melakukan tindak pidana Pasal 359 KUHP jo 84 ayat 2 Undang-Undang Kesehatan. Yang dilaporkan dokter AO," kata Afrizal di Mapolda Metro Jaya, Selasa (28/3/2017).

Usai membuat laporan, Ira menjelaskan kronologis peristiwa naas yang membuat sang buah hati harus meregang nyawa. ‎Menurutnya, Dania telah mengidap sakit infeksi paru-paru pada 6 November 2015 siang, sehingga dirinya pun membawa Dania ke rumah sakit akibat demam dan tidak mau minum sejak pagi hari.

Setelah membawa anaknya ke RS MM Kota Bekasi, Jawa Barat, Ira bertemu oknum dokter AO tersebut yang menyarankan agar Dania dirawat inap. Belum sampai satu jam masuk ke ruang rawat inap, kondisi Dania mendadak memburuk. Ira yang panik bukan kepalang dan menekan tombol emergency.

Perawat yang tiba mendengar panggilan emergency Ira lantas memberikan oksigen dan memanggil dokter tersebut. Oknum dokter yang dilaporkan Ira itu kemudian meminta agar perawat segera mengambil alat sedot lantaran diduga tenggorokan ‎Dania tersedak.

Namun, alat sedot tak kunjung datang. Ira pun sempat meminta anaknya disedot manual. Sebab, Ira juga seorang bidan di rumah sakit tersebut, tapi, hal itu tak membuahkan hasil. Tak lama kemudian, datanglah perawat dengan alat sedotnya yang diminta AO.

"Alat ready, pas disedot dapatlah itu lendir, kondisinya yang tadinya biru sudah mulai memerah kembali. Dan dokter AO ini menyarankan untuk dirujuk," kata Ira berkisah.

Kemudian, Ira dan suami langsung menyetujui agar sang buah hati segera dirujuk. Tapi, persoalan mulai terjadi akibat pihak rumah sakit tak langsung memberikan rumah sakit rujukan mereka.

Lantas, kondisi Dania kembali memburuk tak lama setelah dokter AO meninggalkan ruangan. Melihat kondisi itu, Ira lantas mencari dokter AO dan tak kunjung menemukan keberadaannya. Ira lalu kemudian menuju ke ruang UGD untuk memanggil dokter jaga.

Selanjutnya, dokter yang tengah berjaga itu pun langsung meminta perawat untuk menyiapkan alat emergency. Kendati demikian alat yang dibawa tidak lengkap. "Saya yang bekerja di situ juga, langsung lari ke ruang perawatan ngambil sungkup yang dibutuhkan anak saya. Sambil menuju ke kamar saya coba rakit, saya kasih ke dokternya, dokternya minta izin ke kami untuk melakukan nafas buatan. Dicoba nafas buatan dan dokter meminta izin lagi untuk memasang alat bantu nafas, kami mengiyakan," jelas Ira.

Tapi, belum sempat alat bantu nafas terpasang, datanglah dokter lainnya yang sebelumnya pernah merawat Dania. Kemudian dokter itu mengambil alih perawatan dan menyarankan untuk dirujuk ke rumah sakit lain. Alih-alih merujuk ke rumah sakit lain, ‎kondisi Dania yang makin memburuk, dan memaksa dokter tersebut membawa Dania ke ruang i-care yang berada di rumah sakit tersebut.

Ternyata, di sana bayi malang itu menghembuskan nafas terakhirnya. Ira menduga kematian anaknya itu akibat kelalalian dari oknum dokter AO yang awalnya menangani Dania yang juga telat menyiapkan alat saat emergency.

"Keterlambatan alat. Kalau seandainya saat emergency alat itu standby atau minimal yang kami dapat almarhum itu pindah ke rumah sakit lain, enggak sampai pergi (meninggal). Ini karena telat alat," tandas Ira.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini