Share

Ini Alasan Habiburokhman Ajukan Uji Materi Percobaan dan Pemufakatan Makar ke MK

Putera Negara, Okezone · Senin 03 April 2017 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 03 338 1657502 ini-alasan-habiburokhman-ajukan-uji-materi-percobaan-dan-pemufakatan-makar-ke-mk-IpjnKSaRUn.jpg Habiburokhman (foto: Okezone)

JAKARTA - Pengacara Habiburokhman resmi mengajukan uji materi Pasal 87 dan 110 ayat (1) KUHP Tentang Percobaan Pemufakatan Makar ke Mahkamah Konstitusi (MK). Menurutnya, pasal tersebut mengekang kebebasan demokrasi dan membungkam kekritisan seseorang.

Habiburokhman menilai seharusnya ada perbedaan dengan kalimat percobaan dan pemufakatan, bukan malah disamakan dengan makar itu sendiri. Sehingga, hal tersebut sangat rentan setiap warga negara Indonesia (WNi) dituduh melakukan makar.

"Sehingga menurut saya besar sekali resiko bagi masyarakat yang kritis untuk dipidana dengan dikatakan mencoba untuk bermufakat melakukan makar. Ini bahaya orang rapat bisa saja kemudian dikatakan telah dilakukan perencanaan pemufakatan makar," ujar Habiburokhman di Gedung MK, Jakarta Pusat, Senin (3/4/2017).

Gugatan yang diajukan atas nama sendiri ini, lanjut Habiburokhman pasal 87 dan 110 KUHP itu sangat berpotensi mengancam kebebasan berpendapat seseorang. Lanjut dia, hal tersebut juga sangat bertentangan dengan sistem demokrasi yang dianut oleh Indonesia.

"Atas nama saya sendiri karena saya sebagai warga negara merasa terancam saat ini yang dikenakan pasal itu memang orang lain. Tapi suatu saat saya bisa juga kena jika saya kritis dan melakukan rapat untuk menyikapi kebijakan pemerintah yang menurut saya kurang baik," papar Habiburokhman.

Dirinya mencontohkan beberapa orang yang dijerat oleh pasal makar tersebut, seperti para terduga makar aksi 212, Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet, Rachmawati Soekarnoputri, Sri Bintang Pamungkas, Kivlan Zein, Adityawarman, Jamran, Eko, dan Rizal Khobar, Firza Husein.

Dan yang terakhir pada aksi 313, yakni, Sekretaris Jenderal FUI Al Khaththath, Zainudin Arsyad, Irwansyah, Dikho Nugraha, dan Andry. lebih lanjut, Habiburokhman menuturkan saat ini mereka yang diduga melakukan makar, kemungkinan kedepannya, siapapun bisa juga dijerat pasal tersebut, yang kenyatannya belum pasti hendak makar.

Namun, Habiburokhman menampik jika gugatannya ini merupakan pesanan dari para tersangka itu. Baginya, ini adalah inisiatif tersendiri dan karena adanya ketakutan pembungkaman kekritisan.

"Ya secara resmi tidak ada tapi substansi tentu ada. Kasus-kasus tersebut membuat saya risau hari ini orang lain kena, besok mungkin kita bisa kena," ucap dia.

Dalam uji materi ini, sejumlah alat bukti telah diberikan kepada MK. Ditambah lagi, dikatakan Habiburokhman, dia juga akan mempersiapkan ahli-ahli dalam pengujian materi makar ini. "UU terkait sudah kita sampaikan lalu nanti kita juga hadirkan saksi dan kita juga akan datangkan ahli," tutup Habiburokhman.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini