Share

Terungkap! Ini Nih Kronologi Al Khaththath "Dibuntuti" hingga Ditahan Polisi

Fadel Prayoga, Okezone · Senin 03 April 2017 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 03 338 1657526 terungkap-ini-nih-kronologi-al-khaththath-dibuntuti-hingga-ditahan-polisi-0VPIp6wPL9.jpg Sekjen FUI Muhammad al-Khathath. (Foto: Fahreza/Okezone)

JAKARTA - Jumat 31 Maret 2017, aparat kepolisian menangkap Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath dengan tuduhan pemufakatan makar. Kini, yang bersangkutan ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Ketua Tim Pengacara Muslim (TPM) Ahmad Michdan menjelaskan kronologis proses penangkapan Al Khathtath dan 4 mahasiswa lainnya. 

Michdan menceritakan, kejadian itu berawal saat Al Khaththath selesai menjalani wawancara di sebuah stasiun televisi pada Kamis 30 Maret 2017 sekira pukul 10.00 WIB. Setelah itu ia menuju Hotel Kempinski dan tiba pukul 00.00 WIB. 

"Dia datang ke hotel dengan ojek dan dikawal dengan dua orang anggota FUI. Kemudian sekitar pukul 01.00 WIB, datang manager hotel mengetuk pintu kamar Al Khaththath. Manager hotel itu menyampaikan ada yang ingin bertemu dengan Al Khathtath. Beliau (Al Khaththath) sudah tahu jika itu polisi. Karena ia merasa sudah dibuntuti sejak hari-hari sebelumnya," kata michdan di AQL Center, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (3/4/2017). 

Ia menambahkan, petugas kepolisian pun tak dapat menunjukkan surat penangkapan yang disangkakan kepada Al Khaththath. Namun, jajaran Korps Bhayangkara itu tetap memaksa agar kordinator Aksi 313 itu ikut dengan kepolisian.

"Jam 07.30 WIB saya mendapat telefon dari beliau, dan memberitahukan kalau posisinya sedang ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Lalu, beliau meminta saya untuk mendampinginya," imbuhnya. 

Tepat pukul 09.00 WIB, sambungnya, ia tiba di Mako Brimob. Namun, sesampainya di sana ia sempat dihadang oleh petugas penjaga. Tak hanya itu, petugas pun sempat bilang tidak ada penangkapan. 

"Petugas penjaga menyampaikan kepada saya, katanya wallahi tak ada yang ditangkap malam ini, tetapi saya tetap ngotot. Tak mungkin itu," ujarnya‎

Kemudian pada pukul 11.00 WIB,  kepala penjagaan di Mako Brimob Depok datang dan baru dapat mengizinkan Michdan masuk untuk menemui Al Khaththath. Kemudian Michdan meminta izin agar Al Khaththath dapat melakukan Salat Jumat. 

"Usai Salat Jumat, jam tiga baru diperiksa, sampai setengah dua pagi, karena Al Khaththath keberatan untuk tanda tangan surat penangkapan, maka kami ajukan penangguhan penahanan. Tapi polisi mengabaikan surat kami," tandasnya. ‎

Hingga saat ini Senin 3 April 2017, Al Khaththath masih berada di Ruang Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua Depok. Al Khaththath ditahan dengan tiduhan pemufakatan makar dan akan menggulingkan pemerintahan yang sah.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini