So Sweet.. Jeruji Besi Tak Halangi Arief Nikahi Pujaan Hati

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Rabu 26 April 2017 19:30 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 26 338 1677094 so-sweet-jeruji-besi-tak-halangi-arief-nikahi-pujaan-hati-JD1AHBg3Jc.jpg Arief menikah di ruang tahanan Polsek Bojonggede. (Putra RA/Okezone)

BOGOR - Seorang tahanan bernama Arief Fakhrul Thias (21) terpaksa menjalankan prosesi pernikahan dari balik jeruji besi di kantor Kepolisian Sektor Bojonggede, Bogor. Arif terpaksa melangsungkan pernikahan dengan wanita yang dicintainya bernama Dea Sarah Firdaus (22).

Arief sendiri tersandung kasus pencabulan. Upacara sakral yang berlangsung sangat sederhana itu dilakukan Arief bersama Dea di ruang tahanan Mapolsek Bojonggde, pada Selasa 25 April 2017.

Suasana haru pun seketika menyelimuti janji suci sehidup-semati yang diucapkan kedua mempelai dan disaksikan oleh orang tua kedua belah pihak serta penghulu.

Meski ijab qabul itu hanya berlangsung singkat, namun bagi Arief dan Dhea hari itu merupakan momen paling bahagia dalam kehidupan keduanya.

"Saya menyesal, saya mau tobat," ujar Arief, saat ditemui wartawan di Polsek Bojonggede, Rabu (26/4/2017).

Arief menceritakan, rencana pernikahan tersebut sudah dipersiapkan jauh-jauh hari sebelum kasus pencabulan menjerat dirinya dan menjebloskannya ke penjara.

Selama menjalankan niatnya, Arief pun bekerja sebagai nelayan di daerah Kalimantan untuk mengumpulkan uang dan secepatnya menikah.

Namun nasib berkata lain, tiga hari sepulangnya dari Kalimantan, ia bertemu dengan seorang wanita, yang merupakan korban persetubuhan tersebut.

Kala itu, ia dan korban berbincang berduaan dan terjadilah tindakan asusila. Tak terima, keluarga korban melapor ke polis dan menjebloskan Arif ke penjara.

"Saya hampir sebulan di penjara. Nanti kalai bebas saya meu kerja terus ngontrak sama istri," ungkapnya.

Sementara Kepala Unit Reskrim Polsek Bojonggede, Iptu Ade Ahmad Sudrajat mengatakan, pernikahan dilakukan setelah pihak keluarga dan pelaku meminta izin.

"Boleh nikah, asal tidak mengganggu proses penyidikan. Nikahnya juga kan hanya sebentar, kemarin dilakukan pas jam besuk tahanan," papar Ade.

Rencana pernikahan itu memang sudah direncanakan oleh pelaku sebelum kasus pencabulan menjerat dirinya dan terpaksa menikah di kantor polisi.

Atas kasusnya tersebut, Arief  dijerat dengan Pasal 81 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang pencabulan di bawah umur ancaman maksimal 15 tahun penjara.

"Proses hukumnya tetap berlanjut," pungkasnya. (sym)

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini