nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penanganan 'Hujan Sembako' Lamban, ACTA: Bisa Jadi Contoh Buruk Daerah Lain

Reni Lestari, Jurnalis · Jum'at 28 April 2017 17:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 04 28 338 1678837 penanganan-hujan-sembako-lamban-acta-bisa-jadi-contoh-buruk-daerah-lain-KQnPSeVTFX.jpg Ilustrasi (Dok.Okezone)

JAKARTA - Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) melaporkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta atas dugaan pelanggaran kode etik karena dinilai lamban dalam memproses laporan. Laporan yang dimaksud yakni terkait penyebaran sembako di sejumlah titik di hari tenang pilkada putaran kedua lalu.

Wakil Ketua ACTA, Nurhayati Noor, menilai Bawaslu DKI tidak proaktif dalam mengumpulkan bukti konkret atas laporan tersebut sehingga sampai saat ini prosesnya dinilai jalan di tempat. Ia mengatakan, jika Bawaslu tidak ditegur, hal ini bisa menjadi preseden buruk bagi penindakan pelanggaran pilkada di daerah lain.

"Proses yang dilakukan oleh Bawaslu DKI Jakarta akan menjadi percontohan bagi daerah-daerah yang lain. Kalau Bawaslu sudah bagus dalam memproses setiap laporan, maka itu akan menjadi contoh bagi daerah lain. Tapi kalau di DKI saja sudah bobrok, bagaimana dengan di daerah lain," kata Nurhayati di Gedung DKPP, Jakarta Pusat, Jumat (28/4/2017).

Sebelumnya, Nurhayati mengaku pihaknya menangani setidaknya 15 kasus ‘hujan sembako’ yang diduga dilakukan oleh simpatisan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat. Ia menuntut Bawaslu DKI untuk segera memproses laporan ini karena menurutnya, dugaan politik uang tersebut sudah memenuhi unsur terstruktur, sistematis, dan masif.

"Saya harap Bawaslu dapat memproses dengan baik sesuai prosedur sesuai dengan undang-undang pilkada setiap laporan kita, kalau ada indikasi tindak pidananya segera dan ini agar bisa dilihat sudah memenuhi unsur syarat sistematis, terstruktur, dan masif," pungkas Nurhayati.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini