nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

ACTA Sayangkan Sikap Bawaslu DKI Jakarta

Dara Purnama, Jurnalis · Jum'at 28 April 2017 18:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 04 28 338 1678941 acta-sayangkan-sikap-bawaslu-dki-jakarta-1539HQaogW.jpg Wakil Ketua ACTA, Ali Lubis (M. Sabqi/Okezone)
 

JAKARTA - Advocat Cinta Tanah Air (ACTA) menemukan 15 pembagian sembako pada saat masa tenang Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017. Bahkan saat adanya temuan itu, ACTA pun menyertakan Panwaslu di kabupaten dan kota setempat.

Kendati demikian, mereka menyayangkan sikap Bawaslu DKI Jakarta terkait proses hukum yang dilakukan Bawaslu DKI Jakarta.

"Menurut pengalaman kami di lapangan seperti itu. Fakta yang kami alami di lapangan laporan tidak diproses dengan berbagai alasan. Sembako di 15 titik kami gerebek langsung menyertakan Panwaslu," kata Wakil Ketua ACTA Ali Lubis di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (28/4/2017).

Oleh karena itu, ACTA pun sudah melaporkan Bawaslu DKI Jakarta ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

"Bahkan hari ini kami melaporkan bawaslu ke DKPP. Secara teori tidak semua sama dengan fakta di lapangan. Bawaslu boleh berpandangan sesuai undang-undang. Kami sesuai fakta di lapangan. Banyak kendala dari pihak Bawaslu tersebut. Orang boleh bicara sama teori. Tapi praktek di lapangan berbeda. Teori itu sama saja seperti pembelaan," katanya.

Sementara itu, Perwakilan Bawaslu DKI Jakarta (tim asistensi Bawaslu) Burhanudin Thomme mengatakan seluruh laporan yang masuk seputar pelanggaran pemilu pasti ditangani. Prosesnya dimulai dari klarifikasi terhadap terlapor, pihak terkait dan pelapor.

"Seluruh laporan masuk pasti ditangani, ada klarifikasi, itu harus dibuktikan memenuhi unsur materiil dan formil bukan asumsi pribadi masing-masing pengawas tapi berdasarkan peraturan perundang-undangan. Kalau tidak terbukti maka tidak masuk ke ranah pidana pemilu," katanya.

Namun, jika terbukti ada unsur terstruktur, sistematis dan masif (TSM) pasti akan ditindak.

"Kalau tidak maka tidak boleh dipaksakan. Saya enggak tau keputusan terakhir tapi kasus itu ditangani," sambungnya.

Menanggapi pelaporan ACTA ke DKPP, pihaknya menyambut positif. Oleh karenanya biarkanlah DKPP yang menilai apakah Bawaslu melanggar kode etik atau tidak.

"Terakhir kami dilaporkan ke DKPP toh tidak terbukti mendukung paslon nomor 2. DKPP yang memberi sanksi jika ada pelanggaran kode etik. Kalau kita tidak on the track pasti kita sudah dipecat DKPP," tukasnya.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu DKI Jakarta mengatakan semua temuan paket sembako pada masa tenang putaran kedua Pilgub DKI Jakarta 2017 tidak dinyatakan sebagai tindak pidana pemilu yang berkaitan dengan politik uang.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini