nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selama Pilgub DKI Jakarta, Berita Hoax Terbesar Kedua

Silviana Dharma, Jurnalis · Selasa 02 Mei 2017 04:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 05 02 338 1680791 selama-pilgub-dki-jakarta-berita-hoax-terbesar-kedua-BDyUai293v.jpg Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Ketua Jaringan Wartawan Antihoax, Agus Sudibyo mengatakan, fenomena berita bohong sudah menyeruak sejak pemilihan presiden 2014 lalu. Saat itu, ada selebaran propaganda yang menamakan dirinya Koran Obor Rakyat.

Padahal sama sekali isinya sama sekali tidak menerapkan kaidah jurnalistik yang baik dan benar. Bahkan badan perusahaannya pun tidak jelas dan tidak memenuhi ketentuan dalam UU Pers No 40 Tahun 1999.

Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Pusat itu menambahkan, gara-gara ada persaingan antara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Anies Rasyid Baswedan dalam perebutan kursi orang nomor satu di Ibu Kota, maka berita hoax itu semakin marak.

Lebih dari itu, isu politik yang tadinya memicu peredaran berita hoax ketiga terbanyak di Indonesia, justru naik peringkat sebagai buntut dari pemilihan gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017 tersebut.

"Jadi saya meneliti belakangan ini, hoax terbanyak di Indonesia itu dalam bidang kesehatan, sekira 27%," ujarnya dalam acara Wolrd Press Freedom Day 2017 bertajuk 'Memerangi Hoax, Memperkuat Media Siber Nasional' di Jakarta Convention Centre Senayan, Jakarta Pusat pada Senin 1 Mei 2017.

Sebelum Pilkada DKI Jakarta, Wina menyebut berita hoax terbesar ditempati oleh berita hiburan. Seperti diketahui, berita hiburan misalnya seputar selebritis dan humor juga berbau pornografi. Bukan rahasia lagi, dalam lingkup itu banyak informasinya bersifat gosip, karangan dan fitnah.

Namun selama Pilkada berlangsung, berita hoax bidang politik mengisi urutan kedua dengan 22%. Sementara hiburan turun ke posisi tiga dengan 15%.

"Saya enggak tahu setelah Pilkada selesai ini nantinya apakah trend itu akan mengalami penurunan atau masih saja, atau malah meningkat," imbuhnya.

World Press Freedom Day atau Hari Kebebasan Pers Sedunia diperingati setiap 3 Mei. Tahun ini, Indonesia mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah penyelenggara ajang terbitan UNESCO tersebut. Acara ini bertempat di JCC Senayan dan berlangsung dari 1-4 Mei 2017. Secara umum tema yang diangkat ialah Critical Minds for Critical Times: Media's Role in Advancing Peaceful, Just and Inclusive Societies (Berpikir Kritis untuk Waktu Kritis: Peran Media dalam Memajukan Masyarakat yang Damai, Adil dan Inklusif).

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini