Rutan Cilodong Hanya Dijaga 34 Petugas dan 1 Ekor Buaya

Apriyadi Hidayat, Okezone · Selasa 16 Mei 2017 20:11 WIB
https: img.okezone.com content 2017 05 16 338 1692580 rutan-cilodong-hanya-dijaga-34-petugas-dan-1-ekor-buaya-SxSECutwDc.jpg Rutan Cilodong (foto: Apriyadi/Okezone)
 

DEPOK - Maraknya kasus narapidana kabur disejumlah daerah, membuat Rumah Tahanan (Rutan) Cilodong terus melakukan upaya pencegahan. Namun, kurangnya jumlah personel jaga menjadi perhatian khusus.

Kepala Rutan Cilodong, Sohibur Rachman mengatakan, pihaknya juga menyambut baik bantuan personel TNI/Polri yang ikut berjaga setiap harinya. Bahkan, seekor buaya buas pun disiagakan dititik rawan narapidana melarikan diri.

Tidak itu saja, kata dia, aplikasi digital panic button milik Polresta Depok diharapkan bisa membantu jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Alhamdulillah kita dapat kunjungan tadi dari Polresta Depok dan bentuk perhatiannya sangat luar biasa. Tadi kita dijelaskan, dengan bantuan aplikasi panic button, kita jadi tidak khawatir. Selain itu, seperti biasanya, Polresta Depok dan TNI juga ikut membantu mengirimkan anggotanya untuk ikut berjaga di Rutan,” katanya kepada wartawan, Selasa (16/5/2017).

Menurut dia, jumlah narapidana di Rutan Cilodong berjumlah 1.027 namun hanya dijaga oleh 34 orang petugas. Belum lagi, jumlah petugas tersebut masih harus dibagi menjadi dua regu untuk piket malam dan siang.

“Karena itu kami akan berusaha semaksimal mungkin, salah satunya dengan mengoptimalkan fasilitas yang ada. Dan kami sangat bersyukur karena Polresta Depok telah memiliki aplikasi panic button yang bisa kita manfaatkan untuk mensiasati keterbatasan personel,” sambungnya.

Selain memperkuat sistem keamanan secara tekhnologi, Sohibur juga berencana akan menambah jumlah buaya yang ada saat ini. Selain memperkuat sistem keamanan, di rutan ini juga diberlakukan program santri untuk meredam tingkat emosional para terpidana.

“Buaya disini baru satu, ya inginnya sih ditambah lagi. Namun terlepas dari itu semua, kita (petugas) disini selalu berusaha menjadi sahabat, guru, teman bagi para warga binaan. Dengan begitu mereka akan merasa nyaman. Kami tentu berharap upaya itu dapat mencegah terjadinya hal yang tak diinginkan.” pungkasnya.

Untuk diketahui, panic button adalah salah satu inovasi berbentuk aplikasi yang diluncurkan Polresta Depok untuk keadaan darurat. Layanan ini dapat diakses melalui smart phone berbasis android maupun I Phone. Dengan menyentuh tombol panic button, si pengguna akan terhubung langsung ke Markas Polres Kota Depok.

Dan jika tombol itu (Panic Button) ditekan maka akan terdengar bunyi sirene yang cukup keras di markas polisi tersebut. Selanjutnya polisi dapat mengetahui posisi si penekan tombol untuk segera mendapat penanganan.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini