Sidak Jelang Ramadan, Petugas Temukan Produk Kedaluwarsa di Supermarket Depok

Apriyadi Hidayat, Okezone · Selasa 23 Mei 2017 03:43 WIB
https: img.okezone.com content 2017 05 23 338 1697476 sidak-jelang-ramadan-petugas-temukan-produk-kedaluwarsa-di-supermarket-depok-RGzpdNjBVx.jpg Ilustrasi

DEPOK – Petugas Satgas Pangan menemukan makanan kedaluwarsa yang dijual di supermarket di Kota Depok.

Satgas Pangan yang terdiri atas Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan Polresta Depok melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar modern, seperti Carrefour ITC Depok dan Hypermart Depok Town Square, Senin 22 Mei 2017. Di dua supermarket itu, petugas menemukan produk tanpa izin dan kedaluwarsa.

"Pemantauan di lapangan, kami temukan produk yang sudah expired. Ada pula produk rumahan yang tidak berizin," ucap Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok, Anim Mulyana.

Sejumlah produk tanpa izin yang ditemukan adalah petis udang dengan kode izin yang sudah tidak berlaku. Kemudian ditemukan kacang mete, kacang kedelai, dan jagung popcorn produk Mawar Jaya yang di produknya tertera izin dari Kementan. Padahal, Kementan tidak mengeluarkan izin tersebut. Petugas juga menemukan madu Pure Honey 100 persen yang belum memiliki izin edar.

Selain itu, petugas menemukan kue bolu yang kodenya masih 12 digit. Padahal seharusnya sudah 15 digit. Kemudian ditemukan kerupuk curah dan bumbu pecel yang juga tidak ada izin.

Selain menargetkan produk kedaluwarsa, sidak itu juga dilakukan untuk mengetahui harga di pasaran. Hal itu mengingat pemerintah pusat sudah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak goreng, gula pasir, bawang putih, dan daging. Dari hasil pemantauan di sejumlah ritel, para pengelola sudah mematuhi ketentuan tersebut.

"Petugas hanya sebatas melakukan pembinaan. Kepada pengelola pusat perbelanjaan, Amin meminta pengelolah menarik barang-barang kedaluwarsa dan mendekati masa kedaluwarsa. Selain itu, mengimbau pengelolal memperhatikan perizinan produk rumahan serta mengurus tera ulang timbangan demi melindungi konsumen yang belanja ke sini," bebernya.

Sementara itu, Store Manager Hypermart Detos, Yanto mengatakan, pihaknya mengaku kecolongan atas temuan itu. Dia mengklaim sudah melakukan pengecekan setiap hari terhadap seluruh produknya. "Mungkin itu satu yang tidak terpantau," jelasnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini