Share

Menghilang dari Lokasi "The Wild One", Sepeda Motor Berplat Merah Masih Misteri

Tim Okezone, Okezone · Selasa 23 Mei 2017 22:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 05 23 338 1698341 menghilang-dari-lokasi-the-wild-one-sepeda-motor-berplat-merah-masih-misteri-ndhVQYTwPK.jpg Sepeda motor di lokasi. (Putera N/Okezone)

JAKARTA - Sebuah sepeda motor berplat merah terparkir saat polisi menggerebek lokasi pesta gay di Ruko 15-16 ‎Kokan Permata Blok B Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara.

Motor bermerek Honda Supra X bernomor polisi B 6469 POQ itu hingga kini belum diketahui siapa penungganya. Polisi pun masih mendalami keterkaitan kepemilikan motor yang biasa digunakan pegawai negeri sipil (PNS) itu dengan peserta pesta seks sesama jenis tersebut.

Hari ini, Selasa (23/5/2017) motor yang biasa digunakan oleh PNS tersebut telah menghilang dari parkiran Atlantis Gym. Tidak diketahui secara pasti kapan motor diambil oleh pemiliknya. 

Meski demikian, beberapa kendaraan masih berada di lokasi. Kendaraan roda dua tersisa 12 unit dai yang sebelumnya berjumlah 37 unit. Satu unit mobil Toyota Yaris berwarna putih dan dua unit sepeda juga telah dibawa pulang oleh pemiliknya.

Motor yang terparkir di depan lokasi ini, diduga kendaraan yang digunakan oleh para peserta pesta sesama jenis untuk berkunjung. Hingga kini, ruko berwana cokelat tua dan berlantai tiga itu tampak sepi dan kosong. Pihak pengelola pun telah melakukan penyegelan terhadap ruko tersebut.

Sebelumnya, dari penggerebekan ini setidaknya, polisi mengamankan 141 pria. Namun, 126 pria telah dipulangkan lantaran tidak terbukti melanggar hukum.

Saat ini, polisi telah menetapkan 10 orang tersangka dalam kasus tersebut. Para pelaku di antaranya empat orang pengelola usaha ‎Atlantis yang berkedok tempat fitnes, empat orang penari striptis dan dua orang pengunjung yang ditangkap menari striptis bersama pelaku lainnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan ‎UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman kurungan selama 10 tahun penjara. Sementara untuk penyedia lokasi dengan undang-undang yang sama namun dijerat Pasal 4 ayat 2 dengan hukuman enam tahun penjara.

Tak hanya itu, tujuh pria itu kedapatan positif sebagai pengguna narkoba. Namun, aparat belum mau membeberkan lebih dalam identitas pengguna narkoba tersebut. (sym)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini