Share

FOKUS: Geng Motor Bikin Resah Lagi, Biar Kapok Dihukum Mati?

Randy Wirayudha, Okezone · Rabu 24 Mei 2017 19:34 WIB
https: img.okezone.com content 2017 05 24 338 1698969 fokus-geng-motor-bikin-resah-lagi-biar-kapok-dihukum-mati-Fi0uAHYAXw.jpg Ilustrasi

RESAH! Jelang bulan suci Ramadan bukannya diwarnai dengan kedamaian, warga di Ibu Kota dan sekitarnya justru seolah diteror. Bukan aksi teroris, melainkan diteror aksi geng motor bersenjata tajam yang belakangan, ramai dan jadi viral di media sosial.

Viral karena sempat beredar video geng motor menyerang sekelompok pemuda yang konon, terjadi di sekitar Jagakarsa dan Lenteng Agung, Jakarta Selatan (Jaksel). Pun begitu, pernyataan Kapolsek Jagakarsa Kompol Prayitno, menyatakan video itu hoax.

“Bukan. Coba itu sampean (Anda) zoom. Mobil bak terbuka itu pelat (nomornya) K. Di Lenteng (Agung) itu tidak ada jalan yang seperti itu. saya yakin itu hoax, kecuali saya enggak cek langsung. Masyarakat tidak perlu takut,” tegas Kompol Prayitno, Selasa 23 Mei 2017.

“Kalapun ada potensi, silakan lapor ke kami. Yang ada informasi pembacokan sampai mati itu juga enggak ada laporan. Kan enggak mungkin ada kejadian besar seperti itu, enggak ada laporan,” imbuhnya.

(Baca: Viral Video Aksi Geng Motor, Warga Lenteng Agung Harap Polisi Terus Patroli)

Di sisi lain lantaran lokasi isu geng motor yang viral itu juga tak jauh dari wilayah Depok, jajaran Polresta Depok melancarkan upaya antisipatif. Polresta Depok meningkatkan razia dan patroli di sejumlah titik yang dianggap rawan aksi geng motor dan tawuran setiap malam pukul 00.00-02.00 WIB mulai Selasa 23 Mei.

"Patroli skala besar dan sedang ini guna mengantisipasi gangguan kamtibmas serta mengecek dan mengantisipasi informasi terkait geng motor yang membuat resah masyarakat sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, " ujar Kasubbag Humas Polresta Depok AKP Firdaus kepada Okezone.

"Ada sedikitnya tujuh wilayah rawan tawuran yang diantisipasi petugas, seperti Jalan Juanda (Sukmajaya), Jalan Arif Rahman Hakim (Beji), Jalan Krukut (Limo), Jalan Pitara (Pancoranmas), Jalan Lewinanggung dan Jalan Pekapuran (Cimanggis), Jalan Raya Ciputat dan Jalan Raya Mochtar (Sawangan) serta Jalan Baru Bambu Kuning (Bojong Gede)," lanjutnya.

Sebelumnya, AKP Firdaus juga memastikan bahwa broadcast atau pesan berantai yang beredar luas di aplikasi WhatsApp (WA) sejak beberapa hari silam hanya hoax belaka. Pesan berantai yang konon geng motor akan melakukan sweeping di Depok itu berisi:

"Tolong di infokan rekan2 yg lain nanti malam jam 12 an jangan melintasi gandul,,,Krukut,,grogol dan mampang karna akan ada sweeping dan bentrok antara geng motor jepang ( jembatan mampang ) dan warga setempat...

info valid bang mohon dikabari ke rekan2...

di gang ane dh stand by warga beserta sajam nya...

: Buat tmn" yg rmh ny ber ada d wilayah jagakarsa mohon untuk malam ini smua warga d himbau untuk siaga 1 dn smua warga untuk kompak dn kumpul krn ada ancaman dr gangster buat menyerang wilayah terutama jl. Sadar raya... Sx lg d mohon untuk siaga bagi warga smua yg ada d wilayah jagakarsa..

Info dr RW 02 ciganjur

mlm sabtu/minggu besok anak jamblang,jagakarsa raya,sadar raya,musawarah akan bergabung karena akn diserang gangster depok/bogor& gengster jepang..

Hati2 yg buat berkeliaran ddaerah jagakarsa.. Trmksh

* komandan depok bogor gangster yg baru keluar dr RS, kayanya dia mau nyerang balik musyawarah, krn motor dia dibakar sama dibikin masuk RS sama anak2 Musyawarah dan Sadar."

“Itu hoax. Jangan percaya, berita (pesan berantai) itu tidak benar,” tuntasnya singkat.

Tidak hanya di Depok. Isu tentang geng motor yang meresahkan warga dan tersebar via pesan berantai WA juga terjadi di kawasan Jakarta Timur dan Bekasi:

“Bagi yg memiliki/tinggal di kalimalang,Jatiwaringin sampai pondok gede harap Sabtu Malam Minggu besok jngn pulang malem dari jam 12 sampai shubuh..karena akan ada aksi balas dendam dari Gengster/Geng Motor..

mereka berasal dari Tambun,Bekasi..

Dan bagi yg mempunyai Ormas Islam di Jatiwaringin sampai pondok gede rapatkan barisan untuk Menghancurkan semua para Gengster tersebut..agar jatiwaringin Aman Kembali..

Insya Allah Barisan akan siap dijaga juga dari jalur Kalimalang sampai Pondok Gede akan siap oleh :

1. Laskar FPI Bekasi Raya.

2. FBR Bekasi.

3. Laskar Miftahul Khoir.

4. TNI AD,AU.

5. Polisi.

6. Pemuda Jatiwaringin s.d Pondok Gede.”

Tentu polisi tidak tinggal diam soal isu geng motor yang juga eksis di wilayah Jakarta Timur (Jaktim) dan Bekasi. Khusus di wilayah Jaktim, disebutkan jajaran Polres Jaktim sudah melakukan penangkapan terhadap tujuh anggota geng motor ‘Jatiwaringin All Star’ yang sempat berulah di Cipinang Melayu, Minggu 21 Mei lalu.

“Kelompok itu bersembunyi di seputaran Jalan Jatiwaringin. Kasus tersebut akan terus dikembangkan. Proses pencarian pelaku lainnya sedang dilakukan. Akibat ulahnya, dikenakan pasal berlapis 338 KUHP, 351 KUHP dan 170 KUHP dengan ancaman penjara 15 tahun,” timpal Kapolrestro Jaktim Kombes Andry Wibowo.

Geng motor tersebut sebelumnya berulah dengan melakukan penyerangan terhadap warga di kawasan Perumahan Waringin Permai, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makassar, Jaktim, Minggu 21 Mei. Seorang warga dilaporkan tewas mengenaskan akibat sabetan senjata tajam.

Selebihnya buat warga pada umumnya, agar bisa tetap waspada terhadap gerak-gerik dan modus geng motor. Lazimnya, komplotan laknat ini sering nongkrong dengan motornya sambil mabuk minuman keras (miras) dan bisa bertindak brutal terhadap korban acak yang ditemuinya di jalan.

“Modusnya setelah mereka konvoi, senjata diseret di aspal. Setelah itu baru lihat ada orang naik motor, merasa saingannya, langsung dibabat membabi-buta,” cetus Kasat Reskrim Polrestro Jaksel AKBP Budi Hermanto.

“Mereka bukan untuk membegal atau merampas harta orang di jalan. Tapi mereka sengaja melukai orang,” tambahnya.

Sementara khusus warga Depok, Polresta Depok sudah menyediakan layanan aplikasi Halo Polisi dan Panic Button. Aplikasi ini diharapkan bisa jadi langkah antisipasi alternatif buat warga, sekaligus mendeteksi apakah informasi yang beredar itu hoax atau nyata.

Teror geng motor ini sedianya bukan pertama kali merebak di Jakarta dan kota-kota besar lainnya, seperti Bogor atau Bandung. Tapi meski terus dilakukan penangkapan oleh aparat, anehnya fenomena itu kerap terus muncul dan bikin resah warga.

Kapolrestro Jaktim sebelumnya mengaku akan menjerat pelaku yang sudah ditangkap jajarannya dengan pasal penganiayaan. Namun demi memberi efek kapok pada yang lain, ada kemungkinan pelaku dijerat pasal pembunuhan berencana ancaman hukumannya adalah penjara seumur hidup atau eksekusi mati!

“Selain kami jerat dengan pasal penganiayaan, juga kami akan coba rumuskan pasal pembunuhan berencana, 340 KUHP,” sambung Kombes Andry lagi.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini