nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nah.. Wartawan RMOL Laporkan Oknum Protokoler Kementerian PUPR ke Polisi

Fahreza Rizky, Jurnalis · Kamis 01 Juni 2017 07:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 06 01 338 1704989 nah-wartawan-rmol-laporkan-oknum-protokoler-kementerian-pupr-ke-polisi-OFDtSPBsZR.jpg

JAKARTA - Wartawan Rakyat Merdeka Online (RMOL) Bunaiya Fauzi Arubone resmi melaporkan seorang oknum protokoler Kementerian PUPR. Laporan itu lantaran diduga adanya kekerasan kepada Bunaiya saat sedang melaksanakan tugas jurnalistiknya.

Laporan pria asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ini dimasukkan ke Polda Metro Jaya dan diterima dengan nomor LP/2647/V/PMJ/Ditreskrimum. Dalam laporannya itu, terlapor dijerat dengan Pasal 335 KUHP tentang Perbuatan Memaksa Seseorang dengan Ancaman Kekerasan.

Bunaiya mengatakan, ketika sedang membuat laporan, dirinya mengaku sempat didatangi pihak Kementerian PUPR di SPKT Polda Metro Jaya untuk meminta maaf dan tidak melanjutkan kasus ini ke ranah hukum.

"Tadi mereka sempat datang minta maaf, damai. Saya bilang soal maaf perkara biasa. Saya bisa maafkan tapi proses hukum akan saya lanjutkan," kata Bunaiya di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (1/6/2017) dini hari.

Ia melanjutkan, pelaporan kasusnya memang sempat beberapa kali tertunda. Mulai dari pergantian tugas piket sampai tersendat persoalan bukti. Namun, Bunaiya menjelaskan laporannya akhirnya diterima kepolisian lantaran dia dapat menjukkan dua bukti.

"Tadi sempat tertahan beberapa kali. Soal bukti dan saksi. Saya hanya punya satu saksi wartawan. Tapi setelah saya ingat, ternyata di handphone saya ada rekaman suara pas kejadian. Jadi dua bukti itu yang saya bawa dan laporan diterima," ungkap dia.

Sebelumnya diberitakan, Bunaiya menjadi korban kekerasan oleh oknum protokoler Kementerian PUPR saat tengah meliput kegiatan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di kantornya, Rabu 31 Mei 2017 sore.

Bunaiya dicekik, dimaki dengan kalimat kasar, serta didorong keluar ruangan tempat berlangsungnya acara oleh oknum protokoler Kementerian PUPR bernama Jaka tersebut. Selain itu, Jaka bersama pelayan dan sekuriti mengelilingi Bunaiya seolah hendak menangkap penjahat. (sym)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini