Share

Kasus Persekusi, Ketua Presidium Alumni 212 Nilai Sangat Wajar

Achmad Fardiansyah , Okezone · Jum'at 02 Juni 2017 18:29 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 02 338 1706330 kasus-persekusi-ketua-presidium-alumni-212-nilai-sangat-wajar-U5jTUN1lCD.jpg foto: Illustrasi Okezone
 

JAKARTA - Ketua Presidium Alumni 212, Ustadz Ansufri Idrus Sambo mengatakan, aksi persekusi yang diduga dilakukan oleh anggota Front Pembela Islam (FPI) dianggap wajar, karena pimpinannya dilecehkan.

"Itu urusan pribadi-pribadi. Kalau Anda punya keluarga, terus keluarga Anda dihina, Anda tersinggung enggak. Jadi kalau FPI merasa tersinggung karena ulamanya dihina, menurut saya wajar," kata Ustadz Sambo di Jalan Laturharhari, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (2/6/2017).

Menurutnya, pemerintah dan aparat hukum turut bertanggung jawab. Pasalnya terjadi adanya pembiaran kriminalisasi yang ditujukan kepada para ulama dan aktivis.

"Dan saya lihat ini ada pembiaran dari yang di pusat (pemerintah). Karena ada pembiaran jadinya ada reaksi dari FPI," tambahnya.

Sambo menambahkan, pihaknya tak mau ambil pusing dengan maraknya kasus persekusi tersebut. Kata dia, yang paling utama adalah pemerintah harus mengusut tuntas dugaan kriminalisasi terhadap para aktivis dan ulama.

"Kalau kita enggak masalahin itu (persekusi). Yang kita masalahkan adalah penghinaan terhadap ulama. Kriminalisasi ini adalah penghinaan dan penistaan ulama," pungkasnya.

Sekadar diketahui, beredar video di media sosial yang memperlihatkan seorang remaja sedang dipersekusi atau pemburuan orang dengan sewenang-wenang setelah ditangkap oleh sekelompok orang yang diduga oknum FPI.

Remaja tersebut diketahui berinisial PMA. Ia diinterogasi setelah menulis status di Facebook yang dianggap menghina Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab.

Dalam video berdurasi 2 menit 19 detik itu, remaja tersebut dikelilingi oleh sekelompok orang di dalam satu ruangan. Ia juga diminta membacakan permintaan maaf kepada umat Islam sambil direkam.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini