Fenomena Nama Geng Motor Vs Tim Satgas Bentukan Polisi

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 06 Juni 2017 07:36 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 06 338 1708524 fenomena-nama-geng-motor-vs-tim-satgas-bentukan-polisi-TKyIafdOET.jpg Tim Jaguar bentukan Polresta Depok

JAKARTA – Fenomena maraknya geng motor di wilayah Jakarta dan sekitarnya yang meresahkan dan merugikan masyarakat bak rumput liar, setiap ditebas akan tumbuh kembali. Keberadaan geng motor seakan tak pernah habis, walau aparat kepolisian kerap menangkap satu di antara mereka.

Akhir-akhir ini, termasuk saat bulan Ramadan, kelakuan geng motor seakan semakin menjadi-jadi untuk menebar teror ke masyarakat. Mirisnya, kebanyakan personel geng motor itu merupakan para remaja tanggung.

Geng motor itu pun muncul dengan nama yang cukup unik, yakni dengan singkatan nama negara. Tak sedikit dari geng motor itu terkenal sadis lantaran tak segan melukai korbannya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Okezone, setidaknya ada beberapa nama geng motor yang terinspirasi dari nama-nama negara. Sebut saja geng motor Amerika, yakni singkatan dari Anak Merdeka Kalisari, Jepang (Jembatan Mampang), Inggris (Independen Garis Selatan), Enjoy_cina 76, Crazy DBG (Depok, Bogor Gangster) dan Kramat Jati 14. Kemungkinan masih banyak geng motor lainnya yang belum terlacak.

Meskipun sudah diendus oleh aparat kepolisian dan tak sedikit anggota geng motor yang ditangkap aparat, namun pergerakan mereka seolah tak bisa dihentikan.

Sementara itu, pihak kepolisian tidak hanya tinggal diam untuk menertibkan geng motor yang meresahkan warga. Guna mengantisipasi dan memberangus geng motor, aparat kepolisian juga membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) untuk membendung aksi kriminalitas dari geng motor.

Bentukan Satgas pertama kali muncul ke publik dimotori oleh Polresta Depok yang membentuk Tim Jaguar untuk menekan angka kejahatan dan memberantas geng motor yang tak bertanggung jawab.

Terlebih lagi, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menilai keberadaan tim semacam Jaguar sangat dibutuhkan dan diperbanyak lagi jumlahnya di setiap wilayah aparat kepolisian.

"Bagus sekali ada kehadiran polisi (Tim Jaguar). Dan polisi harus berani tindak tegas," ujar Tito saat gelar acara buka puasa, Jumat 2 Juni 2017.

Seakan menyambut pernyataan orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu, beberapa polres yang ada di Jakarta membentuk Satgas dengan nama yang cukup unik dan menarik perhatian.

Contohnya, Polres Metro Jakarta Timur membentuk Satuan Gerak Cepat (SGC) Rajawali, Polres Metro Jakarta Utara membentuk Tim Tiger (Tim Tegas Reaksi Cepat), Polres Metro Jakarta Pusat membentuk Tim Alpha Plus (TAP), serta Polres Metro Jakarta Barat membentuk Tim Eagle. Tak menutup kemungkinan akan muncul Satgas lain ke depannya.

Seluruh tim tersebut dibentuk untuk menindak kriminalitas yang terjadi di jalanan. Setiap malam tim ini akan menggelar operasi untuk menekan kejahatan.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Andry Wibowo, menjelaskan latar belakang pemberian nama Satuan Gerak Cepat (SGC) Rajawali. Menurutnya, Rajawali adalah seekor burung yang hebat dengan kemampuan penginderaan yang tajam, cepat, dan beribawa.

"Akronimnya, merawat, menjaga, mengawal, dan melindungi negara, bangsa, dan masyarakat," kata Andry kepada Okezone, Jakarta, Senin 5 Juni 2017.

Kini, masyarakat menunggu taji dari Satgas bentukan aparat kepolisian untuk memberantas geng motor yang meresahkan warga. Pastinya, masyarakat akan melihat hasil dari satgas tersebut, bukanlah nama, layaknya istilah 'apalah arti sebuah nama'.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini