nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Resmi Jadi Gubernur DKI Jakarta, Ini Target Djarot dalam 4 Bulan ke Depan

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Kamis 15 Juni 2017 12:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 06 15 338 1716732 resmi-jadi-gubernur-dki-jakarta-ini-target-8206-djarot-dalam-4-bulan-ke-depan-XgqcIbkzcV.jpg Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat dilantik di Istana Negara (Pusa/Antara)

JAKARTA - Djarot Saiful Hidayat dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) jadi Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara, Jakarta Pusat. Ia menargetkan, akan menyelesaikan program kerja yang tersisa dalam empat bulan masa jabatannya.

"‎Tinggal menuntaskan beberapa program yang tersisa. Karena antara Pak Jokowi, Pak Basuki dan saya menjadi satu kesatuan, ada kesinambungan yang harus dituntaskan dan dijaga," kata Djarot, Kamis (15/6/2017).

Djarot menjelaskan, Presiden Jokowi saat menjabat Gubernur DKI telah memberikan landasan yang baik dalam pembangunan infrastruktur di Ibu Kota. Terlebih, ujar Djarot, sang kolega Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok juga telah memberikan standar yang tinggi dalam tata kelola pemerintahan di Pemprov DKI.

‎"Saya berkali-kali berdiskusi dengan Pak Basuki yang saya dipesankan sebelum pelantikan ini, saya ketemu beliau dan saya ngobrol untuk segera tuntaskan dan standar kita yang paling utama adalah tingkat kepuasan masyarakat. 'Tolong tingkat kepuasan masyarakat yang sudah 70 persen di zaman kita tolong tetep dipertahankan ditingkatkan'," ujar Djarot.

Sebab itu, Djarot mengaku akan fokus untuk bekerja lebih keras dan lebih cepat dalam membangun infrastruktur di Ibu Kota dalam menuntaskan pelbagai program kerja di sisa jabatannya.

"Beberapa program yang harus selesai, contoh seperti program Jak Grosir. Pak Ahok sampaikan Jak Grosir harus segera diselesaikan, itu nanti di Kramat Jati.‎ Kemudian dirancang juga Jak Mart, tujuannya untuk menstabilkan harga," terang Djarot.

‎Mantan Wali Kota Blitar itu menambahkan, pihaknya juga akan memprioritaskan seluruh program kerja dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) 2017. Ia memastikan, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno tetap akan menggunakan sistem yang telah dipakai pihaknya dalam memimpin Ibu Kota nantinya.

"‎Sistemnya kita bakukan dengan e-Budgeting. Semua pakai elektronik budgeting entah itu e-Planing, e-Musrembang sampai dengan e-Komponen. Kita juga masukkan seluruh kebutuhan Jakarta dengan e-Katalog sehingga tidak ada lagi proses korupsi di situ. Semuanya transparan dan terbuka.‎ Ini akan fokus pada APBDP 2017 sekaligus mengantarkan APBD 2018," tukasnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini