nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penggunaan Rokok Elektrik Akan Diatur Perda KTR

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Jum'at 23 Juni 2017 02:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 06 22 338 1722696 penggunaan-rokok-elektrik-akan-diatur-perda-ktr-6bQAapsrRF.jpg Ilustrasi

BOGOR - Konferensi Tobacco Control Se-Asia Pasifik direncanakan digelar pada November mendatang di Kota Bogor, Jawa Barat. Sebelum hal itu, akan dilakukan pertemuan Aliansi Bupati/Wali Kota se-Indonesia pada Juli mendatang terkait monitoring perkembangan penerapan Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

"Pesertanya semua Bupati/Wali Kota baik yang sudah memiliki Perda atau Perwali/Perbup ataupun belum sama sekali," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Rubaeah Kamis (22/6/2017).

Rubaeah mengatakan, sebelum Konferensi Tobacco Control Se-Asia Pasifik The Union dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI akan menggelar seminar di Yogyakarta dan Wali Kota Bogor Bima Arya akan menjadi narasumber untuk sharing terkait penerapan Perda KTR dan tantangannya di Kota Bogor. Mulai dari pelarangan iklan rokok hingga rencana revisi Perda.

"Perda KTR akan direvisi terkait regulasi rokok elektrik, karena rokok elektrik mengandung nikotin sama dengan rokok lainnya," tambahnya.

Menurutnya, isu rokok elektrik, rencana undang-undang pertembakauan akan diangkat menjadi isu utama di seminar tersebut. Sehingga nanti akan bersama-menyuarakan isu tersebut. Di Indonesia sendiri baru sekitar 250 kota/kabupaten yang menerapkan KTR. Nantinya kota/kabupaten tersebut juga akan diberikan penghargaan dari Kemenkes.

"Kalau Kota Bogor sudah banyak penghargaan, baik dari nasional maupun dunia. Karena Kota Bogor jadi kota satu-satunya yang melakukan Tipiring (tindak pidana ringan)," jelasnya.

Nantinya, setelah kegiatan seminar di Yogyakarta. Kegiatan kembali berlanjut dengan pertemuan Aliansi Wali Kota se-Asia Pasifik di Singapura pada September mendatang dan terakhir Konferensi Tingkat Asia Pasifik di Kota Bogor pada November.

"Pak Wali menjadi narasumber di Singapura karena beliau sebagai Ketua dari Aliansi Wali Kota se-Asia Pasifik yang menerapkan KTR,” pungkasnya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini