Share

Ada Siswa Nonton Bokep di Kelas, KPAI: Hentikan Memviralkan Fotonya!

Achmad Fardiansyah , Okezone · Kamis 27 Juli 2017 07:42 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 27 338 1744731 ada-siswa-nonton-bokep-di-kelas-kpai-hentikan-memviralkan-fotonya-ZqBaHVAKoz.jpg Ilustrasi (Dok.Okezone)

JAKARTA – Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asrorun Niam Sholeh meminta kepada netizen untuk menghapus film maupun gambar anak SMA yang tengah asyik menonton film porno dengan menggunakan proyektor di ruang kelas.

Gambar yang sempat viral di jejaring media sosial (Medsos) itu mengundang berbagai macam komentar karena konten tersebut terlihat mesum. Untuk menyelamatkan anak-anak tersebut dari kejahatan pornografi diharapkan kepada para netizen untuk tidak memviralkan gambar maupun video yang tidak senonoh tersebut.

 (Baca: Edan! Siswa Berseragam Pramuka Nonton Bokep Pakai Proyektor di Kelas)

“Bagi yang memiliki video itu, mohon untuk tidak terus memviralkan, dan yang sudah menyimpan mohon dihapus agar anak yang terpampang dalam video itu tidak terus terstigma,” katanya kepada wartawan, Kamis (27/7/2017).

Pasalnya “virus” pornografi merupakan ancaman serius. Oleh sebab itu dirinya meminta kepada orang terdekat khususnya kepada orang tua agar senantiasa terus memantau aktivitas anak-anaknya dalam memanfaatkan teknologi informasi.

 (Baca juga: Mantap! Polisi Cari Pengunggah Pertama Foto Nonton Porno di Kelas)

“Kemudian langkah kedua, fakta itu menegaskan betapa pornografi adalah ancaman serius yang butuh langkah-langkah radikal untuk penyelesaiannya. Anak-anak yang melakukan aktivitas pornografi seperti itu, jelas bukan inisiasi dia. Ini pasti akibat paparan media pornografi yang semakin longgar di dalam media online, khususnya berbasis siber. Oleh karenanya, perlu langkah-langkah radikal untuk pencegahan dan penanggulangan tindak pidana pornografi dari hulu hingga hilir,” lanjutnya.

Lebih Lanjut Niam menjelaskan, perlu dibangun kesadaran kolektif terkait dengan pemanfaatan media sosial secara baik. Cara yang paling sederhana kata Niam yakni tidak mengunggah hal-hal yang berlawanan dengan hukum, etika dan yang bernuansa pornografi.

“Selanjutnya membangun kesadaran pemanfaatan media sosial secara baik. Tidak meng-upload hal-hal yang melawan hukum, bertentangan dengan etika dan kesusilaan, kemudian, tidak menyebarkan konten pornografi, membangun literasi pemanfaatan media sosial secara sehat, “ tutupnya.

 (Baca: Ada Siswa Nonton Bokep di Kelas, DPR: Perlu Ada Peringatan Keras ke Sekolah!)

Sekadar diketahui, sebuah foto yang menunjukkan para anak sekolah menonton video porno bersama di kelas tersebut diunggah oleh akun Facebook "Gua Sahrul Gunawan" pada 23 Juli 2017 pukul 19.16 WIB. Foto tersebut disertai caption “Ga ada guru? Hajar kuy :v.” Sayangnya tidak diketahui di mana lokasi kejadian tersebut.

Kejadian itu lalu dilaporkan pengguna Facebook lain bernama Andi Awal. Ia mengadukan temuannya itu kepada Halo Polisi pada Senin 24 Juli pukul 23.56 WIB.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini