Share

Ini Modus Mantan Pegawai Nyolong Bus Transjakarta

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Kamis 27 Juli 2017 18:13 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 27 338 1745130 ini-modus-mantan-pegawai-nyolong-bus-transjakarta-84MmZGBObK.jpg foto: Illustrasi Okezone
 

JAKARTA - ‎Asisten Direktur PT Mayasari Bakti, Akhmad Zulkifli membenarkan jika pelaku pencurian Bus Transjakarta merupakan mantan karyawan yang sehari-hari bertugas sebagai sopir.

Pelaku, kata Akhmad, telah mengetahui seluk beluk pool dari PT Mayasari Bakti di Jakarta Timur. Alhasil, pelaku mampu mengelabui petugas sekuriti dengan mudah.

"‎Itu bus pada hari Rabu kemarin harusnya sesuai jadwal dilakukan trend off atau cek ulang. Kan yang dikeluarkan Transjakarta itu bus operasional. Pada malamnya pukul 03.00 WIB saat pengemudi sudah preapare baru ketahuan bus sudah tidak ada, karena mau persiapan manasin mesin," kata Akhmad saat dihubungi, Kamis (27/7/2017).

Perusahaan langsung berkoordinasi dengan mengumpulkan seluruh jajaran internal dari operator bus Transjakarta dari PT Mayasari Bakti. Menurut Akhmad, dalam rapat internal itu diketahui bahwa pelaku berinisial SS berhasil membawa kabur bus pada Rabu sekitar pukul 14.00 WIB.

"‎Padahal bus keluar ditanya. Itu kan ada aturan internal yang tidak bisa ditawar, apapun bentuknya bus itu keluar harus menggunakan SPJ (surat perintah jalan-red). ini pintarnya supir mengelabui sekuriti kami," terangnya.

Akhmad mengatakan, pelaku SS berhasil mengelabui petugas sekuriti dengan berpura-pura akan menjemput rombongan anak sekolah pada Rabu pukul 16.00 WIB. Sehingga, petugas keamanan sama sekali tak menaruh curiga kepada pelaku.

"Karena jemput anak sekolah jadi nanti SPJ-nya dibelakang, kita buru-buru mau jemput rombongan anak sekolah," imbuhnya.

PT Mayasari Bakti langsung berkoordinasi dengan Telkomsel untuk memantau pergerakan bus Transjakarta yang dicuri itu dengan GPS. Namun, ungkap Akhmad, pelaku juga telah mengerti tentang sistem keamanan itu dengan mematikan GPS busnya.

"‎Karena dari IT internal kami bus itu masih di dalam pool. Karena ini kan drivernya, driver yang sudah ngikutin training, jadi sudah paham betul itu seluk-beluknya. Dimatikan GPS-nya," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini