Share

Tegas! PT Mayasari Bakti Akan Pecat Pencuri Bus Transjakarta

Fadel Prayoga, Okezone · Selasa 01 Agustus 2017 18:49 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 01 338 1747953 tegas-pt-mayasari-bakti-akan-pecat-pencuri-bus-transjakarta-TcwCNLUPLH.jpg Ilustrasi (Foto:Dok.Okezone)

JAKARTA - Sudah jatuh tertimpa tangga. Sekiranya pepatah itu pantas disematkan kepada Sentot Setiadi (43) seorang pencuri Bus Transjakarta di garasi pool Mayasari Bakti, Cijantung, Jakarta Timur pada Selasa 25 Juli 2017 sekira pukul 13.00 WIB.

Pasalnya, pria yang tinggal di Kelurahan Meruya Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat itu setelah menyandang status tersangka akibat ulahnya membawa kabur salah satu moda transportasi di Ibu Kota tersebut, kini bakal dipecat dari perusahaan dia bekerja.

"Ya pasti entar kita pecat. Saya mau nanya personalia dulu, udah atau belumnya," kata Manajer Lapangan PT. Mayasari Bakti, Daryono saat dihubungi Okezone, Selasa (1/8/2017).

(Baca: Curi Bus Transjakarta, Pelaku Ngaku Bertindak karena Bisikan Makhluk Halus)

Ia menceritakan, tatkala Sentot diterima di perusahaannya kondisi kejiwaannya terlihat stabil dan seperti orang normal biasanya. Namun, selang dua bulan bekerja, ia melakukan tindakan indisipliner.

"Satu bulan dia masih bagus kerja, dia kan masuk bulan dua (Februari 2017). Februari, Maret, April baru indisipliner. Dia nerobos lampu merah di Kalideres, Jakarta Barat," imbuhnya.

Setelah itu, lanjut dia, pihaknya melakukan pembinaan kepada Sentor, agar tak mengulangi perbuatan serupa. Sehingga dia diubah statusnya dari sopir aktif menjadi pengendara cadangan.

"Akhirnya saya stop, saya turunin menjadi pengemudi cadangan, termasuk dalam pembinaan. Kalau cadangan kan tiap hari masuk, kita lihat kejiwaannya," pungkasnya.

 (Baca juga: Meracau dan Bicara Ngawur saat Diperiksa, Pencuri Bus Transjakarta Diperiksa Kejiwaannya)

Sekadar informasi, pihak kepolisian kini masih mengetes kejiwaan Sentot di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati dengan seorang psikiater. Karena dia saat memberikan keterangan selalu berubah-ubah. Sehingga polisi menganggap dia mengalami gangguan jiwa dan mental.

Namun, hasil dari pemeriksaan tersebut hingga kini belum diketahui. Apabila ia terbukti mengalami gangguan jiwa dan mental, maka status tersangka dirinya akan dibatalkan.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini