Hayo Loh! Djarot Bakal Sisir Mobil Mewah yang Nunggak Pajak di Rumah Orang-Orang Tajir

Fadel Prayoga, Okezone · Kamis 24 Agustus 2017 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 24 338 1762146 hayo-loh-djarot-bakal-sisir-mobil-mewah-yang-nunggak-pajak-di-rumah-orang-orang-tajir-AJrjxXdCXY.jpg Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat di Balai Kota (foto: Fadel/Okezone)

JAKARTA - Mobil mewah yang dimiliki oleh artis bukan lagi menjadi sesuatu barang yang langka. Namun, ternyata publik figur itu banyak yang menunggak pajak dari kepemilikan barang istimewa tersebut. Alhasil, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus menyambangi rumahnya masing-masing untuk menagihnya.

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, pihaknya juga bakal menyambangi rumah-rumah orang kaya untuk mendeteksi keberadaan mobil mewah yang tak membayar pajak.

"Semuanya kita lagi gencar. Kalau dia bisa beli mobil (mewah), harus bisa bayar pajaknya dong. Ini bukti bahwa kita tidak diskriminasi ya," kata Djarot di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (24/8/2017).

Mantan Walikota Blitar itu telah mengintruksikan Badan Pajak dan Retribusi Daerah untuk menyisir para pemilik mobil mewah. Hal itu agar masyarakat sadar bahwa betapa pentingnya pembayaran pajak untuk pemasukan daerah.

"Saya sudah perintahkan Pak Edi Sumantri (Kepala BPRD) mendata. Jangan hanya artis saja (yang dikejar), semuanya. Ini kebiasaan kita, beli barang mewah tapi lupa atau enggak bayar pajak," tuturnya.

Sekadar diketahui, Pada Salasa 22 Agustus 2017, Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Provinsi DKI Jakarta Edi Sumantri, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Halim Pagarra, bersama jajarannya, mendatangi beberapa rumah artis untuk menagih pajak kendaraan yang belum dibayar.

Berawal dari situ, pagi tadi BPRD mengundang para ketua asosiasi pemilik kendaraan mewah, seperti ketua asosiasi pemilik Lamborgini, Ferarri, serta agen pemegang merek (APM) mobil mewah untuk melakukan rapat.

Edi mengatakan, pertemuan tersebut membahas sekaligus menyosialisasikan soal pajak kendaraan.

"Kami mohon dukungan mereka dan bantuannya membantu badan pajak serta mengimbau anggota mereka yang memiliki kendaraan mewah agar membayar pajak," kata Edi, di kantor BPRD, Jakarta Pusat, Rabu 23 Agustus 2017.

Saat ini, lanjut Edi, pihaknya tengah fokus terhadap pemilik kendaraan dengan harga di atas Rp1 miliar. Berdasarkan data yang dimilikinya ada sekira 1.700 kendaraan yang belum membayar pajak. Dari total tersebut BPRD menargetkan penerimaan pajak kurang lebih Rp400 miliar.

"Upaya kami beberapa kali ini efektif, ada 100 kendaraan mewah yang sudah melakukan pembayaran pajak," tambah Edi.

Ia bercerita, saat mendatangi rumah salah seorang artis, Raffi Ahmad, melihat beberapa kendaraan mewah terpakir di sana. Setelah dilakukan verifikasi ternyata ada beberapa kendaraan yang belum membayar pajak.

Hal yang mengejutkan dari safari ke rumah-rumah artis tersebut ada satu mobil mewah yang sudah lima tahun tidak membayar pajak.

"Ada kendaran mewah Ferarri terakhir bayar pajak 2012, lima tahun belum membayar pajak. Ada juga seorang artis terakhir bayar pajak 2015, sudah dua tahun belum bayar pajak. Ini kita akan kejar terus," ungkap Edi.

Selama ini, kata dia, pihaknya telah melakukan kontrol, termasuk menagih pajak. Namun ia karena kesibukan dengan kegiatan para artis yang padat, sehingga lupa membayar.

"Saya yakin kalau dari kemampuan ekonomi mereka sangat tinggi. Kami pikir keterlambatan mereka unsur kekhilafan. Karena kesibukan mereka, mereka khilaf. Maka kebijakan kami melakukan administrasi denda dengan dasar positif," pungkas Edi.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini