nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menanti Kehadiran Pihak Termohon di Sidang Praperadilan Kasus Ade Armando

Muhamad Rizky, Jurnalis · Rabu 30 Agustus 2017 11:51 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 30 338 1765990 menanti-kehadiran-pihak-termohon-di-sidang-praperadilan-kasus-ade-armando-VM0Q8hBUdo.jpg Sidang praperadilan kasus Ade Armando masih menunggu kehadiran pihak termohon. (Foto: Muhammad Rizky/Okezone)

JAKARTA - Sidang praperadilan kasus dugaan penistaan agama Ade Armando kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Sebelumnya, pekan lalu sidang praperadilan ini sempat ditunda karena pihak kepolisian sebagai pihak termohon tidak hadir.

Sidang praperadilan terhadap Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan dosen FISIP UI Ade Armando telah dijadwalkan berlangsung pukul 10.00 WIB. Namun, saat ini hingga pukul 10.55 WIB sidang belum juga dimulai.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Street Lawyer Juanda Eltari selaku pemohon mengatakan, pihaknya masih menunggu termohon untuk hadir di ruang sidang.

"Saat ini kita masih menunggu makanya saya mau cek ke belakang apakah termohon sudah datang atau belum," ujar Juanda di PN Jakarta Selatan, kepada Okezone, Rabu, (30/08/2017).

(Baca Juga: Duuh! Penghentian Kasus Ade Armando Digugat Praperadilan ke PN Jaksel)

Ia mengatakan, pada sidang kali ini pihaknya menghadirkan saksi fakta dan saksi ahli. Selain itu, pihaknya membawa bukti surat.

"Hari ini kita menghadirkan para saksi ahli dan saksi fakta juga bukti surat," tambahnya.

Berdasarkan pantauan Okezone, sidang berlangsung di Ruang Sidang Utama Prof H Oemar Seno Adji, SH. Terlihat Sekertari Jenderal Bang Jawara dan Pengacara (Japar) Eka Jaya selaku saksi dari pemohon sudah masuk ke dalam ruang sidang. Selain itu, tampak pula Direktur Lembaga Bantuan Hukum Bang Japar Djudju Pruwantoro.

Sebelumnya, kasus Ade Armando bermula dari unggahan status di akun Facebook pada 2015. Kala itu, ia menulis "Allah kan bukan orang Arab. Tentu Allah senang kalau ayat-ayat-Nya dibaca dengan gaya Minang, Ambon, Cina, Hiphop, Blues,".

Tulisan tersebut kemudian dilaporkan pengguna Twitter bernama Johan Khan @CepJohan kepada Polda Metro Jaya atas pasal penodaan agama. Sebelum kasus dihentikan Ade telah diperiksa dua kali oleh kepolisian pada Juni 2016 dan Januari 2017.

Ade kemudian ditetapkan sebagai tersangka pada Januari 2017 atas dugaan melakukan penyebaran kebencian berdasar suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sesuai Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

(erh)

Berita Terkait

FPI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini