nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Saksi Sebut Jika Kasus Ade Armando Dihentikan Bisa Timbulkan Kegaduhan

Muhamad Rizky, Jurnalis · Rabu 30 Agustus 2017 14:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 30 338 1766092 saksi-sebut-jika-kasus-ade-armando-dihentikan-bisa-timbulkan-kegaduhan-83jJTd7TyS.jpg Habib Novel menjadi saksi dalam sidang praperadilan kasus Ade Armando di PN Jaksel. (Foto: Muhammad Rizky/Okezone)

JAKARTA – Sidang praperadilan lanjutan terhadap Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas kasus dugaan penistaan agama Ade Armando kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Agenda sidang kali ini adalah mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan dari pemohon.

Ada dua saksi dan dua ahli yang dihadirkan oleh pemohon yakni Sekretaris Jenderal Bang Japar, Eka Jaya, dan Habib Novel Bamukmin selaku saksi; serta Abdul Chair Ramadhan dan Muhamad Amin Jamaludin selaku ahli.

Dalam kesaksiannya, Novel mengatakan, ada unsur penghinaan terhadap agama Islam dalam status yang dibuat Ade Armando. "Allah itu tidak bisa disamakan dengan makhluk-Nya," kata Novel.

Selain itu, Novel menilai Ade Armando seringkali membuat posting-an yang menyerang agama Islam.

"Sepertinya Ade Armando ini spesialis untuk menyerang agama Islam. Saya enggak ngerti agama dia apa, tapi kok Islam terus yang dipojokkan," sambungnya.

Sementara itu, Menurut Novel, pemberhentian penyidikan yang dilakukan pihak kepolisian dapat menimbulkan gejolak di masyarakat. Bahkan, ia mengatakan, gejolak akibat penghentian kasus ini bisa melebihi gejolak saat kasus Ahok.

"Kalau SP3 ini, tidak dilanjutkan, bisa membuat kegaduhan melebihi dari kasus Ahok," terangnya.

Sementara itu, Eka Jaya menilai, posting-an yang dilakukan Ade Armando sangat meresahkan umat Islam yang menyamakan Allah Swt dengan pencipta.

"Bagi kami agama Islam Allah suatu zat yang tidak bisa dibandingkan dengan makhluk-nya," ucapnya saat bersaksi di persidangan.

Eka juga menambahkan, penetapan Ade Armando sebagai tersangka awalnya memberi harapan dan membangun kepercayaan kepada polisi. Namun, dengan keluarnya SP3 ini, kepercayaan itu memudar.

"Harapan kita majelis hakim untuk bisa batalkan SP3 artinya tangkap Ade Armando proses hukum," tambahnya.

Sebelumnya, kasus Ade Armando bermula dari unggahan status di akun Facebook pada 2015. Kala itu, ia menulis "Allah kan bukan orang Arab. Tentu Allah senang kalau ayat-ayat-Nya dibaca dengan gaya Minang, Ambon, Cina, Hiphop, Blues,".

Tulisan tersebut kemudian dilaporkan pengguna media sosial Twitter bernama Johan Khan @CepJohan kepada Polda Metro Jaya atas pasal penodaan agama. Sebelum kasus dihentikan Ade telah diperiksa dua kali oleh kepolisian pada Juni 2016 dan Januari 2017.

(erh)

Berita Terkait

FPI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini