nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Bayi Debora, Polda Metro: Sedang Dalam Lidik

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Senin 11 September 2017 12:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 11 338 1773414 kasus-bayi-debora-polda-metro-sedang-dalam-lidik-H5oW4gRsfB.jpg Tiara Debora. Foto FB Brigaldo Sinaga

JAKARTA - Polda Metro Jaya turun tangan untuk melakukan penyelidikan terhadap kematian bayi Tiara Deborah Simanjorang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan pihaknya sudah menerjunkan penyidik untuk melakukan penyelidikan atas kematian bayi naas yang diduga akibat ditelantarkan oleh pihak rumah sakit.

"Ya betul sedang dalam lidik," ucapnya melalui pesan singkat, Senin (11/9/2017).

Ia menambahkan penyelidikan akan melibatkan semua pihak yang yang mengetahui kasus kematian tersebut.

"Semua yang ada kaitannya dan yang mengetahui tentu diperiksa," tegasnya.

Baca Juga: Soal Bayi Debora, Wakil Ketua Komisi IX: Rumah Sakit Tak Boleh Mengabaikan Aspek Sosial dan Kemanusiaan

Sementara pihak RS Mitra Keluarga dalam salah satu kalimat pernyatannya yang dikutip dari situs mitrakeluarga.com, mengatakan “Dalam pemeriksaan didapatkan napas berat dan banyak dahak, saturasi oksigen sangat rendah, nadi 60 kali per menit, suhu badan 39 derajat celcius.

Pasien segera dilakukan tindakan penyelamatan nyawa (life svaging) berupa penyedotan lendir, dipasang selang ke lambung dan intubasi (pasang selang napas), lalu dilakukan bagging atau pemompaan oksigen dengan menggunakan tangan melalui selang napas, infus, obat suntikan, dan diberikan pengencer dahak (nebulizer).”

Baca Juga: Meninggalnya Bayi Debora, Menkes Buka-bukaan soal Kewajiban Rumah Sakit Layani Pasien Gawat Darurat

Tiara Debora, bayi mungil berusia empat bulan, putri kelima pasangan Henny Silalahi dan Rudianto Simanjorang, warga Jalan Jaung, Benda, Tangerang tak dapat diselamatkan Minggu 3 September 2017, meski kedua orangtuanya telah membawanya ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres.

Cerita ini tersebar melalui akun Facebook Brigaldo Sinaga. Ia menuturkan, Debora sudah seminggu terserang flu disertai batuk. Ibundanya, Henny, sempat membawanya ke RSUD Cengkareng untuk pemeriksaan. Dokter di sana kemudian memberinya obat dan nebulizer untuk mengobati pilek Debora. Namun kondisi Debora semakin parah Sabtu 2 September 2017 malam.

Ia terus mengeluarkan keringat dan mengalami sesak napas. Kedua orangtua Debora pun membawanya ke RS Mitra Keluarga Kalideres dengan menggunakan sepeda motor. Tiba di rumah sakit, dokter jaga saat itu langsung melakukan pertolongan pertama dengan melakukan penyedotan (suction).

Memperhatikan kondisi Debora yang menurun, dokter menyarankan dirawat di ruang pediatric intensive care unit (PICU). Dokter pun menyarankan orang tua Debora untuk mengurus administrasi agar putrinya segera mendapatkan perawatan intensif.

Namun, karena RS tersebut tak melayani pasien BPJS, maka Rudianto dan Henny harus membayar uang muka untuk pelayanan itu sebesar Rp19.800.000. Namun Rudianto dan Henny hanya memiliki uang sebesar Rp 5 juta dan menyerahkannya ke bagian administrasi.

Ternyata uang tersebut ditolak, meski Rudianto dan Henny telah berjanji akan melunasinya segera. Pihak RS sempat merujuk Debora untuk dirawat di rumah sakit lain yang memiliki instalasi PICU dan menerima layanan BPJS.

Setelah menelpon ke sejumlah RS, Rudianto dan Henny tak juga mendapatkan ruang PICU kosong untuk merawat putrinya. Kondisi Tiara terus menurun hingga akhirnya dokter menyatakan bayi ini meninggal dunia.

Rudianto dan Heni sangat terpukul atas meninggalnya Debora. Mereka tak terima dengan perlakuan pihak rumah sakit terhadap putri mereka.

Usai mengurus administrasi rumah sakit, Rudianto dan Henny membawa pulang jenazah putrinya menggunakan sepeda motornya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini