nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dari 189 Rumah Sakit Swasta di Jakarta, Baru 91 yang Jadi Mitra BPJS

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 12 September 2017 07:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 12 338 1773994 dari-189-rumah-sakit-swasta-di-jakarta-baru-91-yang-jadi-mitra-bpjs-dWbjMdATLf.jpg Ilustrasi. Foto Okezone

JAKARTA - Sedikitnya 91 rumah sakit (RS) swasta di DKI Jakarta belum tercover Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Jumlah ini cukup tinggi dibandingkan dengan RS yang telah terdaftar, yakni 91 rumah sakit.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Koesmedi Priharto, Senin 11 September 2017 malam. Menurutnya, dari 189 Rumah Sakit yang tersebar baru 91 yang sudah bekerja sama, 61 di antaranya merupakan rumah sakit swasta, sementara sisanya merupakan Rumah Sakit milik Daerah, Polri, dan TNI.

"Masih cukup banyak yang belum tercover," ucap Koesmaedi.

Baca Juga: Djarot: Banyak Rumah Sakit yang Masih Berorientasi Keuntungan Ketimbang Pelayanan

Meski demikian, bagi RS yang belum tercover itu, Koesmedi mengatakan, tidak mempermasalahkan tentang belum tercovernya sejumlah rumah sakit. Sebab, semenjak munculnya universal coverage dalam Permenkes 12 tahun 2012 lalu, mewajibkan semua rumah sakit wajib melakukan cover BPJS.

"Artinya, baik itu swasta, negeri, milik perseoraan, atau apapun, mereka harus melayani BPJS," tuturnya.

Baca Juga: Terkait Kasus Bayi Debora, Sandiaga: RS Bukan Hanya untuk Cari Keuntungan

Termasuk mengkesampingkan persoalan biaya pada saat pasien datang. Koesmedi mengungkapkan, sebagai mana merujuk aturan itu. Maka pihak rumah sakit wajib mendukung penanganan medis pasien BPJS.

Meski demikian, terhadap puluhan rumah sakit yang belum tercover, Koesmedi tak dapat berbuat banyak. Sebab DKI maupun pihaknya tak memiliki payung hukum untuk mendorong rumah sakit untuk mengikuti program BPJS. "Yang jelas, bila tak ada BPJS maka RS akan kehilangan pasien," tutupnya.

Bayi bernama Tiara Debora dikabarkan meninggal dunia akibat tidak ditangani secara intensif oleh Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat.

Pihak rumah sakit berkilah pihaknya tak bisa menangani almarhum Debora karena pihaknya tak bermitra dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini