nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terungkap! Pembunuh Pasutri Zarkasih dan Zakiyah Sakit Hati karena Tak Diberi Pesangon

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Rabu 13 September 2017 15:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 13 338 1775078 terungkap-pembunuh-pasutri-zarkasih-dan-zakiyah-sakit-hati-karena-tak-diberi-pesangon-M9CM1fqmVe.jpg (Foto: Sindonews)

SEMARANG - Setelah menangkap ketiga pelaku perampokan sekaligus pembunuhan pasangan suami istri Husni Zarkasih dan Zakiyah Masrur di Benhil. Terungkap motif pembunuhan karena sakit hati tidak diberi pesangon setelah diberhentikan kerja.

Kasubdit Ranmor Polda Metrojaya AKBP Antonius Agus mengatakan, awal perencanaan dilakukan oleh Zulkifli ketika berkumpul di rumahnya.

Saat itu, kata AKBP Antonius, awalnya mereka bertujuan untuk meminta pesangon. Dalam pembicaran itu, jika tidak diberikan pesangon maka mereka akan melakukan perampokan.

"Korban diketahui memiliki pabrik garmen di Tangerang dan sejak 2 bulan lalu tutup. Karena ditutup kemudian korban diberhentikan dari pekerjaannya," katanya kepada wartawan di RS Bhayangkari Semarang, Rabu (13/9/2017).

Dari situlah ketiga pelaku kemudian mendatangi rumah korban di Jalan Pengairan, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

(Baca juga: Dor! Melawan, Seorang Pembunuh Pasutri Zarkasih dan Zakiyah Tewas Ditembak)

Saat didatangi ketiga pelaku, hanya Zakiyah Masrur yang berada di rumah, sementara sang suami Husni Zarkasih sedang menjadi imam di masjid tidak jauh dari rumahnya.

"Pelaku ini sakit hati, karena tidak diberikan pesangon, setelah diberhentikan dari pekerjaan," ucapnya.

Sebelumnya, pelaku pembunuhan pasutri berhasil dibekuk jajaran Polda Jateng. Satu dari tiga pelaku terpaksa ditembak polisi karena berusaha kabur saat pengembangan.

Pelaku pembunuh pasutri tersebut diketahui berjumlah 3 orang. Dari ketiga pelaku, Ahmad Zulkifli terpaksa ditembak mati karena berusaha kabur dan melawan petugas.

Berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan kepolisian, penyebab tewasnya kedua korban karena pukulan benda tumpul di kepala.

Kapolsek Tanah Abang, AKBP Lukman Cahyono mengatakan, berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan terhadap jenazah pasutri itu, diketahui kalau luka di kepala yang menyebabkan korban meninggal.

"Hasil autopsi posisi luka ada di bagian kepala belakang terkena benda tumpul," katanya, Rabu (13/9/2017).

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini