nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soal Kematian Debora, Kuasa Hukum RS Mitra Keluarga Hotman Paris Mundur Jika...

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 18 September 2017 17:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 18 338 1778275 soal-kematian-debora-kuasa-hukum-rs-mitra-keluarga-hotman-paris-mundur-jika-Wj4DVaKQi4.jpg Hotman Paris. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Hotman Paris mengatakan dirinya siap mundur dari posisinya sebagai pengacara Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres untuk kasus kematian Bayi Debora jika ada yang bisa membuktikan empat poin yang ia tanyakan berikut.

"Pertama, pada saat orangtua almarhum dan bayinya tiba di RS Mitra Keluarga Kalideres tanggal 3 September 2017 pukul 03.40 WIB, apakah ada bukti RS Mitra Keluarga Kalideres mengharuskan ada uang deposit pengobatan di IDG? Dan apakah karena tidak ada uang deposit IGD maka almarhum bayi Debora ditolak untuk dirawat," tanyanya seperti dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, Senin (18/9/2017).

Kedua, ia mempertanyakan apakah ada bukti RS tersebut memberi syarat kepada orangtua pasien harus membayar uang deposit guna pemakaian kamar resusitasi IGD.

Ketiga, ia bertanya ada tidaknya yang bisa membuktikan bahwa RS Mitra Keluarga Kalideres mensyaratkan membayar uang deposit agar tim dokter melakukan tindakan IGD.

[Baca Juga: Kasus Bayi Debora, RS Perlu Disanksi jika Lalai Tangani Pasien]

Selanjutnya pertanyaan Hotman adalah apakah ada bukti RS Mitra Keluarga Kalideres meminta uang deposit lebih dulu sebelum tim dokter IGD melakukan tindakan pengecekan nadi, pernapasan, bantuan napas dengan sungkup dan pompa, serta sebelum dokter berulang-ulang membersihkan dahak bayi Debora.

Lalu apakah ada bukti RS itu meminta uang deposit sebelum tim dokter IGD menghubungkan tubuh bayi Debora dengan alat untuk memonitor tekanan darah, nadi, dan pernafasan.

Pertanyaan Hotman berikutnya ada tidak bukti RS Mitra Keluarga Kalideres meminta uang deposit sebelum tim dokter IGD memasang infus, memberi nebulasi untuk mengencerkan dahak dengan memasukkan obat, serta melakukan intubasi atau pemasangan selang ke dalam paru-paru untuk membantu pernapasan bayi Debora. "Apabila ada bukti, saya mundur," kata Hotman.

[Baca Juga: KPAI: Kasus Bayi Debora Murni Diskriminasi karena Ada Pembiaran]

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini