nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasihan! Siswa Korban 'Gladiator' Sempat Menyerah, Tapi Terus Dipukuli

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Jum'at 22 September 2017 14:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 22 338 1780886 kasihan-siswa-korban-gladiator-sempat-menyerah-tapi-terus-dipukuli-HmLmJMavuV.jpg Ilustrasi.

BOGOR - Hilarius Christian Event Raharjo (15) siswa kelas X SMA Budi Mulia, Kota Bogor, yang tewas pada perkelahian ala gladiator Januari 2016 lalu diketahui sempat menyerah. Namun, Hilarius terus dipukuli hingga akhirnya meregang nyawa.

Ibunda korban Maria Agnes menceritakan, aksi perkelahian ala gladiator antara sekolah SMA Budi Mulia dengan SMA Mardi Yuana terjadi 29 Januari 2016  mulai pukul 15.00-17.00 WIB. Lokasi perkelahian terjadi di Taman Palupuh, Kelurahan Tegal Gundi, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Menurut Maria, perkelahian itu direncanakan oleh kedua belah pihak masing-masing lima siswa SMA Mardi Yuana, dan tiga siswa SMA Budi Mulia untuk melakukan kegiatan "bomboman" atau perkelahian ala "gladiator". Masing-masing pihak berkelahi hingga salah satu di antaranya, minimal tiga orang menyatakan menyerah.

(Baca juga: Mengejutkan! Ini yang Membuat Korban Tarung 'Gladiator' di Bogor Tewas)

"Kegiatan tersebut disinyalir sudah berjalan setiap tahun, terutama dalam menghadapi event besar, seperti pertandingan basket antarsekolah DBL," kata Maria kepada SINDOnews beberapa waktu lalu.

Maria mengemukakan, meski anaknya yang menjadi korban sudah menyerah atau sudah tidak berdaya. Namun sang buah hati terus dipukuli hingga terkapar dan tewas di lokasi.

Kejadian tersebut diprovokasi oleh alumni SMA Budi Mulia berinisial TB dan alumni SMA Mardi Yuana berinisial HZK. "Sejak saat itu, keduanya telah dikeluarkan oleh sekolah karena dua tahun tidak naik kelas. Bahkan kabarnya kegiatan tersebut sudah direncanakan atau sudah diatur untuk melakukan 'bomboman'," ungkapnya.

(Baca juga: Terungkap! Tarung 'Gladiator' di Bogor Sudah Berlangsung Selama 4 Tahun)

Maria mengatakan anaknya dipaksa menjadi gladiator, karena jika menolak akan dipukuli oleh kakak kelasnya. Maria mengapresiasi pihak kepolisian telah memeriksa tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah pihak, termasuk melakukan komunikasi dengannya dan menangkap para pelaku.

Maria menuturkan, pertama kali mendapat kabar kematian anaknya dari Rumah Sakit (RS) Azra bahwa anaknya telah meninggal dunia dengan diberi surat kematian dari pihak rumah sakit.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini