nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Duduk Bareng, Walkot Bogor dan Kepsek SMA Budi Mulia Ingin Putus Rantai Pertarungan Maut ala Gladiator

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Senin 25 September 2017 20:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 25 338 1782744 duduk-bareng-walkot-bogor-dan-kepsek-sma-budi-mulia-ingin-putus-rantai-pertarungan-maut-ala-gladiator-TukNHAWW8O.jpg Pertemuan Walkot Bogor dan Kepsek SMA Budi Mulia. (Putra RA/Okezone)

BOGOR - Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor mendatangi SMA Budi Mulia di Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat.

Kedatangannya ini bertujuan mengetahui kronologi kasus Hilarius Christian Event Raharjo (15) yang tewas usai berduel ala 'gladiator' dengan siswa dari SMA Mardiyuana di Taman Palupuh, Kota Bogor.

"Saya harap tradisi ini tidak terus terjadi, jika ini tradisi, perkelahian dikalangan pelajar harus diputus mata rantainya, jangan sampai terjadi lagi. Semoga ke depan tidak terulang lagi," katanya, Senin (25/9/2017).

Menurutnya, pemerintah daerah juga bertanggung jawab untuk melakukan pembinaan dan upaya pencegahan terjadinya aksi kekerasan dikalangan siswa secara preventif maupun presuasif.

"Kebiasaan anak ada dua hal, ada kenakalan ada kriminal, kalau memang nakal maka akan di bina, tapi kalau memang kriminal ya di hukum. Untuk itu terus komunikasi dengan kepolisian," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Budi Mulia Sisil Henrica mengatakan, kasus Hilarius tersebut terjadi diluar lingkungan dan jam sekolah. Selain itu, sebelumnya sudah diselesaikan secara musyawarah.

"Dalam musyawarah, sudah ada kesepakatan bahwa masalah ini selesai, bahkan kami juga sudah bantu mulai dari penyelesaikan proses di rumah sakit, pemakaman hingga 1.000 hari kematian," ujar Sisil.

[Baca Juga: Misteri Motif dan Tujuan Tarung Maut ala Gladiator di Kota Bogor]

Meski akhirnya saat ini, kasus kematian Hilarius kembali mencuat dan sempat viral beberapa waktu lalu pihak sekolah menyerahkan sepenuhnya ke polisi agar diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Waktu itu, yayasan juga sudah komitmen kalau memang kasus tersebut mau diselesaikan di jalur hukum, maka pihak yayasan bersedia," tandasnya. (sym)

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini