nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BPJS Watch: Seharusnya Ada Sanksi Pidana ke RS Mitra Keluarga

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 28 September 2017 07:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 28 338 1784484 bpjs-watch-seharusnya-ada-sanksi-pidana-ke-rs-mitra-keluarga-ZY9cvlTN44.jpg Ilustrasi RS Mitra Keluarga (Foto: Okezone)

JAKARTA - Imbas dari meninggalnya bocah umur empat bulan bernama Tiara Debora, yang diduga ditelantarkan oleh Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kalideres, Jakarta Barat beberapa waktu lalu, membuat Dinas Kesehatan DKI Jakarta menjatuhkan sanksi kepada pihak rumah sakit.

Pengamat BPJS Watch Timboel Siregar mengatakan bahwa teguran yang diberikan Dinkes kepada Rumah Sakit Mitra Keluarga tidak hanya dalam sanksi tulisan, melainkan juga melihat tentang adanya dugaan unsur pidana dalam kematian bayi Deborah ini.

"Saya melihat yang sebenarnya harus dilakukan juga tentang dugaan pidananya juga ya. Jadi gak sebatas hanya teguran tapi teguran yang memang harus disertai dugaan pidananya karena melakukan pembiaran kepada bayi deborah yang mengakibatkan kematian ya," terang Timboel kepada Okezone, Kamis (28/9/2017).

Timboel mengatakan bahwa bentuk tindak pidana yang dilakukan oleh pihak rumah sakit yakni saat bagian administrasi tidak menginzinkan bayi Deborah untuk masuk ke ruang PICU dengan alasan perintah atasannya yang menyuruh untuk membayarnya secara full dan tidak bertahap.

"Dugaan pidana juga harus berjalan pemeriksaanya, seperti mencari tau siapa petugas administrasi yang tidak memberikan izin untuk masuk ke ruanh PICU karena perintah atasannya yang mengaruskan harus membayar full. Nah ini harus diusut juga bukan hanya institusinya tapi juga orang perorang juga, ini kan memang menghilangkan nyawa ya," imbuh Timboel.

Sekedar informasi, bayi Debora meninggal pada Minggu, 3 September 2017. Pihak rumah sakit tidak membiarkan Debora mendapat fasilitas Pediatric Intensive Care Unit (PICU) karena orangtuanya tidak mampu membayar secara penuh. RS Mitra Keluarga juga beralasan pihaknya tidak menerima pasien BPJS Kesehatan.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini