nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ingatkan Sejarah pada Kader Muda, AMPG DKI Gelar Nobar Film G30S PKI

Awaludin, Jurnalis · Minggu 01 Oktober 2017 02:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 01 338 1786553 ingatkan-sejarah-pada-kader-muda-ampg-dki-gelar-nobar-film-g30s-pki-w3bROFdWfw.jpg Ilustrasi nobar G30S/PKI (Foto: Okezone)

JAKARTA - DPD Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), DKI Jakarta menggelar nonton bareng (nobar), film G30 S PKI, di halaman kantor DPD Golkar DKI Jakarta.

Ketua AMPG DKI Jakarta, Rob Clinton Kardinal mengatakan, acara nobar ini untuk mengingatkan masyarakat terutama generasi muda tentang pentingnya mempelajari sejarah bangsa disaat mengalami peristiwa kelam serta menjaga ideologi negara Pancasila.

"Film ini kan sudah 20 tahun tidak diputar. Padahal ini merupakan bagian dari sejarah bangsa. Dan ini sangat penting bagi anak muda untuk mengetahuinya agar peristiwa kelam tersebut tidak terulang dikemudian hari," kata Kardinal, di Jakarta, Sabtu (30/9/2017).

AMPG DKI sendiri, lanjut Kardinal, telah berkomitmen memerangi bahaya laten komunis. Bahkan, ia akan berdiri digarda terdepan untuk menjaga Pancasila sebagai ideologi bangsa.

"AMPG akan selalu menjujung tinggi nilai-nilai Pancasila. Kami pun berharap generasi muda tidak hanya sekedar menghafalkan Pancasila tapi juga turut mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-sehari," ujar Kardinal.

Sementara itu, ketua DPD Golkar DKI Jakarta Fayakhun Andriadi yang turut hadir dalam nobar tersebut menambahkan, peristiwa G 30 S PKI bisa dijadikan pelajaran bagi  Indonesia serta mementum untuk terus memperkokoh ideologi Pancasila.

"Peristiwa 30 S PKI memang pahit tapi adalah bagian dari sejarah kita. TNI bersama rakyat dan Golkar kala itu sebagai pelaku sejarah pun berhasil mengalahkan komunis. Coba bayangkan kalau komunis yang menang, mungkin kita sudah seperti Korea Utara," kata Fayakhun.

"Pancasila sebagai adalah ideologi yang luar biasa karena mampu menyatukan kita semua. Sehingga kita harus terus menjaganya termasuk dari bahaya laten komunis," pungkas Fayakhun

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini