Ungkap Pesta Gay di Kawasan Harmoni, Polisi Diminta Jerat Pelaku dengan UU Pornografi

Fahreza Rizky, Okezone · Minggu 08 Oktober 2017 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 08 338 1791130 ungkap-pesta-gay-di-kawasan-harmoni-polisi-diminta-jerat-pelaku-dengan-uu-pornografi-tJISPXi5l0.jpg Wakil Ketua Komisi III DPD Fahira Idris (Foto: Okezone)

JAKARTA - Senator Jakarta Fahira Idris mengapresiasi Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat yang berhasil mengamankan 51 pengunjung sauna yang disinyalir melakukan pesta gay berkedok spa di bilangan Gambir, Jakarta Pusat. Tempat sauna ini juga diduga menyediakan prostitusi sesama jenis.

“Saya mengapresiasi jajaran Polres Jakpus dan juga warga sekitar yang proaktif melapor dugaan praktik pelanggaran hukum di lingkungannya kepada polisi. Saya yakin praktik seperti ini (pesta seks dan prostitusi sesama jenis) masih ada di terutama di kota-kota besar di Indonesia. Semakin sering terungkap dan terciduk semakin baik,” ujar Fahira kepada Okezone, Minggu (8/10/2017).

Baca juga: Bongkar Pesta Gay, Polisi Duga Tempat Spa di Harmoni Salahi Perizinan

Menurut dia, pengungkapan kasus serupa juga berhasil dilakukan Polda Metro Jaya pada Mei 2017, tepatnya pesta seks kaum gay di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Artinya, lanjut Fahira, pada 2017 ini sudah dua kasus pesta gay di Jakarta yang berhasil diungkap. Ini menandakan praktik-praktik seperti ini, tidak tertutup kemungkinan sering berlangsung di Jakarta.

“Padahal ancaman hukumannya cukup berat. Jika dijerat dengan Undang-Undang Pornografi mulai dari membuat, menyiarkan (publikasi), menawarkan, memperjualbelikan, dan menyediakan pornografi, ancamannya bisa 15 tahun penjara," ucapnya.

"Kalau ada pesta seks sesama jenis pasti ada penyelenggaranya dan pasti ada publikasinya, walau untuk kalangan terbatas. Jadi saya harap polisi menjerat para pelaku dengan Undang-Undang Pornografi karena semua unsur terpenuhi,” ujar Ketua Komite III DPD ini.

Baca juga: Usai Amankan 51 Pria di Pesta Gay Harmoni, Polisi Masih Selidiki Member Lainnya

Bukan hanya melakukan penindakan hukum, sanksi lain harus diberikan pihak berwenang, dalam hal ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap siapa saja yang terkait dengan praktik pornografi ini. “Jika benar itu sauna, izin usahanya harus segera dicabut. Pemilik dan pengelola gedung juga harus diperingati untuk hati-hati menyewakan gedungnya agar tidak disalahgunakan untuk melakukan praktik-praktik yang melanggar hukum. Saya juga mengimbau warga untuk tidak ragu melapor jika melihat ada gelagat yang mencurigakan di lingkungannya,” tutur Fahira.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat menggerebek tempat prostitusi pria pencinta sesama jenis yang dilakukan di T1 Sauna, Ruko Plaza Harmoni, Jalan Suryo Pranoto, Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat 6 Oktober 2017 malam. Saat diciduk, polisi menemukan fakta bahwa mereka tengah melangsungkan pesta seks sesama jenis. Akhirnya, sebanyak 51 pria diamankan dari penggerebekan tersebut. Dari puluhan orang itu, terdapat juga empat warga China, seorang warga Thailand, seorang warga Malaysia dan seorang warga Singapura.

Pengelola spa bersama karyawannya telah dija‎dikan tersangka dalam kasus ini. Mereka yakni GG, GCMP, NA, ES dan K. Sementara satu orang lagi dengan inisial H masih buron. Mereka dijerat Pasal 30 jo Pasal 4 Ayat 2 Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 dan atau Pasal 296 KUHP. 

(ran)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini